Kemenristekdikti Selidiki Dugaan Plagiat Rektor Unnes, Pilrek Ditunda?

Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman. (Youtube/Unnes Official)
01 Agustus 2018 09:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akhirnya turun tangan menyelidiki kasus dugaan plagiat Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Prof. Fathur Rokhman. Kemenristekdikti bahkan menerjunkan tim independen untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Kok kamu tahu informasi itu? Iya [menurunkan tim independen], kami me-review, meneliti, dan mengonfirmasi hasil penyelidikan yang dilakukan Unnes,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristekdikti, Ainun Naim, saat dihubungi Semarangpos.com, Selasa (31/7/2018) malam.

Dugaan plagiarisme dituduhkan kepada rektor Unnes setelah artikelnya berjudul Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan Jurnal Litera Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 2004 dianggap mirip dengan makalah milik alumnus Unnes, Anif Rida, berjudul Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial, Santri, dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas, terbitan Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) I pada 2003.

Menghadapi tuduhan itu, Unnes pun telah membentuk tim investigasi pada awal Juni lalu. Hasil penyelidikan Unnes itu bahkan menyatakan jika Fathur Rokhman tidak melakukan plagiat karena artikel yang ditulis berdasar penelitian pada 2002.

Tim investigasi Unnes juga berdalih adanya kemiripan antara karya Fathur dan Anif lebih dikarenakan keduanya sempat bekerja sama sebagai mahasiswa dan dosen pembimbing skripsi.

Meski demikian, hasil investigasi Unnes itu tak membuat Kemenristekdikti puas. Mereka tetap membentuk tim independen untuk menyelidiki lebih dalam dugaan plagiarisme yang dilakukan rektor Unnes tersebut.

Adanya penyelidikan dari Kemenristek itu pun membuat proses Pemilihan Rektor Unnes 2018-2022 harus ditunda. Pemilihan rektor (Pilrek) Unnes itu seharusnya telah memasuki tahap penjaringan kandidat yang digelar dalam rapat senat terbuka.

Ada lima kandidat yang bersaing untuk mendapatkan kursi rektor Unnes, di mana salah satunya calon petahana, yakni Fathur Rokhman.

Rapat senat terbuka sebenarnya sempat digelar Senin (3/7/2018) lalu. Saat itu, Fathur kembali terpilih sebagai calon rektor bersama dua kandidat lainnya, Achmad Rifai dan Martitah.

Namun hasil rapat senat terbuka itu dianulir dan harus diulang, karena tidak disaksikan pejabat yang ditunjuk Menristekdikti, sehingga menyalahi aturan Permenristekdikti No. 19/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi.

Rapat senat terbuka akhirnya dijadwalkan digelar kembali pada Senin (30/7/2018). Namun, hingga kini rapat senat terbuka Unnes itu belum juga diselenggarakan.

“Belum ada pemilihan rektor. Untuk rapat senat [penjaringan kandidat] akan diulang. Kapan diulangnya? Nanti kalau sudah ada jadwalnya saya kabari,” tutur Ainun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Tokopedia