Juara BPJS Nasional, Jateng dan Solo Raih Paritrana Award

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerima piala Paritrana Award dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (31/7 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
01 Agustus 2018 07:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima penghargaan bergengsi tingkat nasional. Kali ini, Jateng dan Solo meraih juara I Paritrana Award karena dianggap berkomitmen dalam mendukung penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan sesuai undang-undang.

Paritrana Award tingkat pemerintah provinsi diberikan Wakil Presiden RI, H.M. Jusuf Kalla, kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (31/7/2018). Penyerahan Paritrana Award itu turut disaksikan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, dan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Agus Susanto.

Paritrana Award diberikan untuk kali pertama dengan lima kategori pemenang, yakni Pemerintah Provinsi Terbaik, Pemerintah Kabupaten/Kota Terbaik, Perusahaan Besar Terbaik, Perusahaan Menengah Terbaik dan Usaha Kecil Mikro (UKM) Terbaik.

Untuk kategori pemerintah provinsi, peringkat pertama diperoleh Jateng, disusul Jawa Timur (Jatim), dan DKI Jakarta. Sementara untuk kategori kabupaten diraih Kota Solo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Serang.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan penghargaan tersebut adalah wujud dari keseriusan Jateng dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja.

"Saya berterima kasih kepada teman-teman pengampu ketenagakerjaan. Baik dari BPJS, perusahaan, karyawan, maupun dinas yang selalu bekerja sama, berembuk bareng. Tripartitnya juga bagus. Saling mendorong ini yang akhirnya membuahkan suatu prestasi kita bisa mendapatkan penghargaan Paritrana ini. Mudah-mudahan ini bisa menginspirasi bahwa usaha kecil, menengah, dan besar bisa di-cover BPJS Tenaga Kerja sehingga masa depan tenaga kerja lebih baik. Kita mesti menghormati mereka karena dari peluh merekalah sebenarnya rezeki kita dapatkan,” ujar Ganjar dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Selasa (31/7/2018).

Ganjar mendorong agar coverage kepesertaan sektor informal dan nonformal dapat ditingkatkan.
"Coverage-nya baru 27,9 juta seluruh Indonesia. Artinya, masih harus digerakkan terus-menerus. Khususnya yang sektor informal dan nonformal," ungkapnya.

Dalam sambutannya, JK mengucapkan selamat kepada tiga provinsi pemenang. JK mengatakan sistem iuran BPJS Ketenagakerjaan mengadopsi konsep gotong-royong untuk para tenaga kerja baik di pemerintah maupun perusahaan swasta.

"Saya mengucapkan selamat kepada penerima penghargaan Piala Paritrana atas partisipasinya dalam membina ketenegakerjaan di daerah, di masing-masing perusahan," kata Wapres.

Pemprov Jateng sendiri terus mendorong kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga mencapai 100%, baik untuk kalangan pekerja formal maupun nonformal.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jateng, Wika Bintang, mengatakan saat ini posisi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebesar 94% untuk yang formal, artinya bekerja di perusahaan. Sedangkan yang nonformal memang masih di bawah itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya