Polda Jateng Janji Usut Keterlibatan Polisi dalam Pengangkutan Solar Ilegal

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono. (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
01 Agustus 2018 08:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Polda Jawa Tengah berkomitmen segera mendalami dugaan keterlibatan polisi dalam kasus pengangkutan bahan  bakar minyak (BBM) jenis solar tanpa disertai dokumen jelas. Keberadaan 10 ton solar ilegal dalam kapal kayu di Pelabuhan Tanjung Emas itu diungkap Kepolisian Perairan Polda Jateng.

"Saat ini, pelakunya sudah ditangkap. Sedangkan dugaan keterlibatan salah satu anggota kepolisian yang bertugas di Polres Purworejo akan didalami," aku Kapolda JaJateng Irjen Pol. Condro Kirono yang dimintai konfirmasi wartawan seusai meresmikan Mapolres Kudus, Selasa (31/7/2018).

Ia menegaskan setiap anggota kepolisian yang terlibat tindakan melanggar aturan sudah pasti ada sanksinya. Apabila terlibat kasus pidana, katanya, selain proses pidana, juga sudah didisposisi kepada Direktorat Kepolisian Perairan Polda Jateng untuk diproses.

Selain itu, lanjut dia, oknum polisi yang diduga terlibat juga akan diproses kode etik dan disiplin oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam). Dalam rangka antisipasi kasus serupa terulang, kata dia, pihaknya selalu melakukan pembinaan dan memberitahukan kepada jajarannya menjadi anggota Polri harus memberikan contoh yang baik.

Ramai diberitakan media massa, kapal kayu bermuatan 10 ton bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diduga ilegal tersebut diamankan Ditpolair Polda Jateng di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Kasus penangkapan kapal bermuatan solar tersebut dilakukan oleh patroli Polair Mabes Polri, Selasa (24/7/2018).

Kapal tanpa nama tersebut, ketika diperiksa nahkodanya tidak bisa menunjukkan surat izin. Selanjutnya, Mabes Polri melimpahkan kasus tersebut kepada Ditpolair Polda Jateng.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara