Limbah PG Rendeng di Sungai Pendo Picu Protes Warga Kudus

Warga Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng memamerkan pamflet demi memprotes pencemaran sungai oleh limbah PG Rendeng, Selasa (31/7 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
01 Agustus 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Warga Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (31/7/2018), memprotes pencemaran lingkungan Sungai Pendo yang diduga akibat pembuangan limbah dari Pabrik Gula (PG) Rendeng.

Eko Prayitno, salah seorang warga Desa Mejobo, memaparkan pencemaran air sungai tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi, akhir-akhir ini warga merasakan pencemarannya semakin parah. Selain menebar bau yang mengganggu, kata dia, warga juga merasakan pusing hingga mual-mual.

Ia bahkan menengarai sumur warga yang berdekatan dengan aliran sungai yang tercemar itu juga terdampak pencemaran lingkungan hidup itu, Kualitas air air sumur warga merosot. "Warga sangat terganggu dan merasa resah. Terlebih lagi, setiap pagi hari baunya paling menyengat," ujarnya.

Pencemaran tersebut diduga karena limbah produksi dari PG Rendeng tidak terolah dengan sempurna melalui instalasi pengolahan air limbah (ipal). Padahal, kata dia, jarak desanya dengan PG Rendeng sekitar 12 km. Saat memasuki musim giling, katanya, pencemaran dirasakan warga, terutama pada April hingga September.

Warga lainnya, Yanto, mengakui kasus dugaan pencemaran sungai di desanya sudah berlangsung bertahun-tahun. Kasus dugaan pencemaran tersebut, katanya, sudah dilaporkan kepada pihak berwenang namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut.

Camat Mejobo Harso Widodo mengonfirmasi pencemaran sungai di Desa Mejobo memang sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Bahkan, lanjut dia, dampak pencemaran tidak hanya dirasakan oleh warga Desa Mejobo, melainkan desa lain yang yang dilintasi aliran Sungai Pendo tersebut.

"Kami juga beberapa kali melaporan kasus tersebut secara lisan ke PG Rendeng. Hanya saja, hingga kini belum ada penyelesaian," ujarnya. Ia berharap Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus juga bertindak atas dugaan pencemaran sungai tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara