Kampung Tematik Dilombakan demi Kembangkan Pariwisata Semarang

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyampaikan arahan saat Lomba Ekonomi Kreatif Kampung Tematik Kota Semarang 2018 di Balai Kota Semarang, Jateng, Selasa (31/7 - 2018). (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
01 Agustus 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 16 kecamatan di Kota Semarang, Selasa (31/7/2018), mengikuti Lomba Ekonomi Kreatif Kampung Tematik Kota Semarang 2018 di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi datang langsung memverikan arahan.

Di hadapan para peserta lomba, ia mengatakan program kampung tematik yang digalakkannya selama ini bertujuan mengembangkan sektor pariwisata. "Program kampung tematik ini semangatnya adalah pengembangan pariwisata, yang dikemas dalam project penanganan wilayah kumuh," kata Hendi—sapaan akrab wali kota Semarang.

Konsep pembangunan kampung tematik, terang dia, merupakan respons atas pergeseran aktivitas ekonomi Kota Semarang yang lebih berkonsentrasi pada pengembangan sektor pariwisata. Dalam kurun dua tahun ini, kata dia, tidak kurang 112 kampung tematik telah digagas di Kota Semarang, mulai Kampung Batik, Kampung Jamu, Kampung Jawi, hingga Kampung Kulit Lumpia.

"Ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di perkampungan yang ada di Kota Semarang. Ibarat peribahasa, sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui," katanya.

Kawasan yang semula kumuh bisa terbenahi secara baik, lanjut dia, sekaligus hadirnya kampung-kampung tematik tersebut menjadi penambah daya tarik wisata di Ibu Kota Jawa Tengah. Bukan hanya berhenti pada pembangunan kampung tematik, Hendi juga menginisiasi lomba kampung kreatif dengan melibatkan seluruh kampung, termasuk kampung-kampung tematik yang sudah ada.

Proyek ini melibatkan pihak akademisi dengan menggandeng Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan BUMN, PT Pertamina (Persero) agar masyarakat termotivasi membangun kampungnya sebagai yang terbaik. Dalam kompetisi itu, kata dia, kinerja lurah dan camat juga dinilai karena hasil penilaian lomba kampung kreatif itu akan menjadi bobot besar untuk menilai kinerja pemangku wilayah setempat.

"Saya berharap para lurah dan camat bisa berperan aktif untuk memotivasi masyarakat dan pihak swasta untuk berkontribusi mengembangkan kampung masing-masing," kata Hendi. Beberapa indikator telah ditetapkan untuk penilaian lomba tersebut, di antaranya keterlibatan masyarakat, pengembangan UMKM, dan kesinambungan dengan program pemerintah yang sudah berjalan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara