BI Jateng Jatuhi Sanksi Bank Penambah Biaya Transaksi Elektronik Lebih 2%

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo. (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
01 Agustus 2018 19:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah akan menindak tegas perbankan yang mengenakan biaya tambahan lebih dari 2% dalam melakukan transaksi elektronik. Pasalnya, sudah banyak laporan masyarakat mengenai adanya biaya tambahan lebih dari 2%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengatakan BI terus memantau merchant yang disinyalir mengenakan biaya tambahan lebih dari aturan yang ditetapkan. Biaya tambahan yang membengkak tentu akan merugikan konsumen.

"Kami sedang memantau beberapa merchant yang memberikan biaya tambahan berlebih. Konsumen yang merasa dirugikan bisa langsung melapor ke BI jika ada merchant yang melebihkan biaya tambahan [surcharge]. kata Hamid seusai menyerahkan bantuan karpet ke Masjid At Taqwa Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (31/7/2018).

Hamid menegaskan konsumen yang merasa dirugikan oleh beberapa merchant untuk tidak takut melakukan pengaduan ke Kantor Bank Indonesia terdekat. Hal ini, dimaksudkan agar tidak terjadi lagi adanya biaya tambahan yang berlebih saat melakukan transaksi elektronik.

Lebih lanjut Hamid menuturkan akan menindak tegas merchant yang menyalahi aturan yang telah ditetapkan. Bahkan BI tidak akan segan mencabut izin merchant tersebut jika terbukti melanggar aturan.

"Jika konsumen merasa dirugikan tinggal lapor saja ke BI, nanti kami yang akan menindaklanjuti laporan tersebut dan akan memberikan sangsi tegas berupa pencabutan izin jika terbukti menyalahi aturan mengenai biaya tambahan," katanya.

Hamid mengimbau, setiap merchant untuk mentaati peraturan yang tetapkan. Selain itu, dia meminta perbankan terus mengawasi merchant yang dimiliki agar konsumen tidak kecewa karena harus membayar biaya tambahan berlebih.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis