Bantaran Banjir Kanal Timur Bebas PKL Agustus Ini

Warga mencari sisa besi yang masih bisa dimanfaatkan di antara reruntuhan bangunan kios pedagang di lahan yang terkena proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kota Semarang, Jateng, Kamis (26/7 - 2018). (Antara/R. Rekotomo)
02 Agustus 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Perdagangan Kota Semarang tak berhenti membongkar kios-kios pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur Semarang.

"Kami pastikan PKL di Kelurahan Mlatiharjo, Bugangan, dan Rejosari akan dibongkar semua pada Agustus 2018," tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di sela-sela pembongkaran kios PKL, Selasa (31/7/2018).

Tokopedia

Dalam pembongkaran itu, setidaknya ada lima kios PKL di kawasan Bugangan, lima kios PKL di Rejosari, dan 25 kios PKL di Mlatiharjo yang dibongkar, sedangkan lainnya belum jadi dibongkar. Fajar mengatakan alasan tidak langsung membongkar seluruh bangunan PKL di tiga kelurahan itu adalah untuk menghindari terjadinya konflik sosial, apalagi ada yang membawa-bawa nama partai.

"Kami menyayangkan ulah oknum tersebut karena nanti yang rugi justru pedagang sendiri jika tidak mengambil jatah di tempat relokasi. Oknum ini tidak bisa memberikan tempat pengganti," katanya.

Mulai pekan depan, kata dia, tepatnya pekan kedua Agustus 2018, para PKL yang menempati Kelurahan Karangtempel akan direlokasi dari bantaran Sungai BKT untuk mempercepat normalisasi sungai. Sebagian besar PKL di bantaran Sungai BKT sudah menempati sejumlah tempat relokasi, seperti Pasar Klithikan Penggaron meski masih ada sejumlah PKL yang masih bertahan di bantaran sungai.

Proyek normalisasi Sungai BKT yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berjalan dengan alat berat dan truk yang lalu lalang lokasi proyek tersebut. Para pedagang, kata Fajar, tetap diberikan kesempatan untuk membongkar sendiri bangunan kiosnya sebelum tenggat waktu yang diberikan, sebab proyek normalisasi Sungai BKT terus dikebut.

Dia mengakui Kelurahan Karangtempel menjadi wilayah terakhir yang akan direlokasi para PKL-nya seiring dengan normalisasi Sungai BKT yang berdasarkan pendataannya mencakup 530 PKL. Awalnya, kata dia, perhitungan hanya mencatat 380 PKL di Kelurahan Karangtempel, tetapi setelah ditelusuri ternyata jumlahnya mencapai 530 PKL karena banyak bangunan liar di belakangnya.

"Hingga hari ini, sudah ada 3.200 bangunan PKL dan hunian liar di bantaran sungai BKT yang diratakan dengan tanah. Minggu kedua Agustus 2018, kami relokasi ke Pasar Klithikan Penggaron," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara