3 Investor Asing Bangun Pabrik Senilai Ratusan Miliar Rupiah di Batang

Kepala Dinas Pelayanan Modal Satu Pintu, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DPMSTP dan Naker) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih. (Antara/Kutnadi)
02 Agustus 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Tiga perusahaan asing berkomitmen membangun pabrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi yang mereka tanamkan di Batang itu mencapai ratusan miliar.

Rencana itu diungkapkan Kepala Dinas Pelayanan Modal Satu Pintu, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (DPMSTP dan Naker) Kabupaten Batang Sri Purwaningsih, Kamis (2/8/2018). "Tiga perusahaan asing itu kami pastikan akan membangun pabrik garmen, pengalengan briket, dan pengalengan ikan di Batang. Tiga perusahaan asing itu berasal dari Malaysia dan Korea Selatan."

Menurut dia, pertimbangan perusahaan asing menanamkan modal usahanya di Batang antara lain karena nantinya adanya jaminan ketersediaan pasokan listrik berasal dari PLTU Batang. Di samping itu ketersediaan lahan dianggap cukup luas untuk membangun pabrik.

Saat ini, kata dia, selain Korea Selatan dan Malaysia sudah ada enam perusahaan asing dan puluhan perusahaan dalam negeri lainnya yang sudah berkonsultasi untuk menanamkan modal usaha di wilayah Kabupaten Batang. "Perusahaan asing yang sudah berkonsultasi ke pemkab antara lain berasal dari Jepang dan Tiongkok. Adapun untuk lokasi pabrik kami arahkan di sepanjang jalur pantura Gringsing, Subah, dan Tulis," katanya.

Ia mengatakan, saat ini, Pemkab Batang masih menunggu adanya perubahan tata ruang dan ruang wilayah (RTRW) sehingga banyak perusahaan yang terpaksa harus menunggu untuk menanamkan modal usaha mereka. "Kami memang masih dihadapkan pada masalah peraturan RTRW sehingga banyak perusahaan yang harus menunggu adanya perubahan RTRW. Sebenarnya kami sangat terbuka dan transparan bagi perusahaan yang akan mengurus perizinan tetapi mereka ada yang beranggapan berinvestasi di daerah ini cukup sulit meski itu tidak benar," katanya.

Ia berharap pemerintah pusat membantu proses perubahan RTRW itu sehingga perusahaan asing dan perusahaan modal dalam negeri (PMDN) bisa secepatnya menanamkan modal usaha mereka di wilayah ini. "Jujur saja, dengan banyak perusahaan yang menanamkan usahanya di Batang akan mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan perekonomian warga," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara