Disnakertrans Jateng Ungkap 18 Tenaga Kerja Asing Ilegal

Ilustrasi penindakan tenaga kerja ilegal asal China. (Antara/Asep Fathulrahman)
03 Agustus 2018 14:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah menyatakan telah menemukan 18 tenaga kerja asing (TKA) ilegal. Para pekerja berkewarganegaan asing yang tidak mempunyai izin itu adalah hasil temuan sidak di PT Jiale Indonesia Textile dan PLTU Tanjung Jati Jepara, Jateng, Rabu (1/8/2018).

Kepala Disnakertrans Jateng Wika Bintang mengatakan ke-18 TKA yang terkena sidak semuanya merupakan karyawan dari PT Jiale Indonesia Textile. Ketika sidak dilakukan di PLTU Tanjung Jati, tak ditemukan TKA ilegal. Berdasarkan data Kemenaker ada 137 TKA yang bekerja di PT Jiale Indonesia Textile.

"Akan tetapi, perusahaan itu bilang cuma ada 52 TKA dari China [Tiongkok]. Dan hanya 34 di antara mereka yang ada IMTA-nya [Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing]. Sisanya, perusahaan tak bisa menunjukkan," ujar Wika di kantornya, Kamis (2/8/2018).

Wika menambahkan, pihaknya meminta perusahaan untuk segera membenahi dokumen yang tidak sesuai tersebut. Dia memaparkan, telah berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi mengenai permasalahan TKA ilegal.

Adapun, jenis pelanggaran lain yang ditimpakan adalah TKA yang tak bisa atau tidak fasih berbahasa Indonesia dan tak memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Indonesia. hal itu melangar ketentuan Surat Edaran Gubernur Jateng tahun 2015. Kemudian lokasi pengurusan perpanjangan IMTA yang dilakukan di Jakarta, padahal seharusnya di Jepara. Dan terakhir, soal TKA yang tertangkap merupakan karyawan biasa tanpa memiliki keahlian tertentu.

Sementara di PLTU Tanjung Jati, sidak dilakukan ke seluruh enam proyek instalasi. Dimana berdasar data ada 75 TKA bekerja di sana. Meski pada proyek instalasi 1-4 dinyatakan beres, dua sisanya menjadi perhatian Wika dan jajarannya.

"Perusahaan bilangnya TKA dari Korea, Jepang, dan Afrika Selatan. Tapi, rekan-rekan di lapangan ternyata menemui ada yang dari Thailand. Nah ini yang akan kami dalami," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis