Terungkap! Rumah Makan di Temanggung Pakai Elpiji Subsidi

Tim Pertamina dan Pemkab Temanggung menukar tabung gas ukuran 3 kg dengan elpiji nonsubsidi ukuran 5,5 kg di salah satu rumah makan di Temanggung. (Antara/Heru Suyitno)
03 Agustus 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Tim monitoring dari PT Pertamina dan Pemkab Temanggung, Kamis (2/8/2018), masih menemukan beberapa rumah makan di wilayah setempat menggunakan elpiji kemasan tabung ukuran 3 kg yang merupakan barang bersubsidi.

Sekretaris Tim Pengawasan Tata Niaga Elpiji 3 Kg dan BBM Jenis Tertentu Kabupaten Temanggung, Arif Mujiono mengatakan inspeksi mendadak untuk memastikan penggunaan elpiji bersubsidi digunakan masyarakat skala rumah tangga. "Kami menemukan beberapa rumah makan masih menggunakan elpiji bersubsidi," katanya.

Tokopedia

Ia mengatakan sidak sekaligus sosialisasi itu dilakukan untuk menegaskan bahwa penggunaan elpiji bersubsidi bukan untuk kalangan industri. Ia menuturkan pemakaian elpiji bersubsidi pada kalangan industri menjadi salah satu penyebab susahnya elpiji ukuran 3 kg di masyarakat.

Sales Eksekutif PT Pertamina Rayon 8 Wilayah Eks-Keresidenan Kedu, Ardian Sukarno, mengatakan elpiji bersubsidi masih banyak digunakan di kalangan industri. Sesuai aturan, industri dengan aset Rp300 juta ke atas atau beromzet di atas Rp50 juta/bulan harus menggunakan elpiji nonsubsidi.

Pada kenyataannya, berdasarkan temuan di Temanggung, ada industri yang sudah 100% menggunakan elpiji nonsubsidi, tetapi ada yang 100% masih memakai elpiji bersubsidi, dan lainnya sebagian menggunakan elpiji bersubsidi dan nonsubsidi. "Kami edukasi kalangan usaha untuk beralih ke elpiji nonsubsidi, karena elpiji bersubsidi hak dari masyarakat tidak mampu," katanya.

Ia menuturkan dalam sosialisasi ke sejumlah rumah makan tersebut Pertamina langsung menukar tabung elpiji bersubsidi dengan nonsubsidi. Dua tabung ukuran tiga kilogram ditukar satu tabung gas nonsubsidi ukuran 5,5 kg. "Pertamina menerapkan diskon khusus, pada penukaran itu, yakni cukup membayar Rp25.000 dari harga umum Rp70.000 per dua tabung 3 kg dengan satu tabung 5,5 kg," katanya.

Sasaran sidak tersebut antara lain rumah makan, warung bakso, dan jasa katering. Di salah satu rumah makan, tim menemukan 11 tabung elpiji bersubsidi. Beberapa di antaranya sudah kosong dan sebagian sedang digunakan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara