BMKG Prediksi Kekeringan di Cilacap Terus Meluas

Petugas BPBD Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak bencana kekeringan. (Antara/BPBD Cilacap)
03 Agustus 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, CILACAP — Wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah diprediksi akan terus bertambah. Prediksi itu diungkapkan Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo.

"Bila dikaitkan dengan prediksi curah hujan bulanan, di mana untuk bulan Agustus diprediksikan hanya 0-50 mm dan pada bulan September diprakirakan 0-100 mm/bulan, maka kemungkinan daerah yang berpotensi kekeringan di Cilacap akan bertambah," katanya di Cilacap, Kamis (2/8/2018).

Ia mengatakan prediksi tersebut muncul berdasarkan hasil evaluasi cuaca di Kabupaten Cilacap pada bulan Juli khususnya yang berkaitan dengan curah hujan dalam satu bulan. Berdasarkan pantauan curah hujan selama bulan Juli di sejumah kecamatan diketahui bahwa di wilayah Dayeuhluhur, Wanareja, Cimanggu, Sidareja, Cipari, Kawunganten, Patimuan, Maos, Adipala, dan Binangun tidak tercatat adanya hujan. "Dalam hal ini, curah hujan di kecamatan-kecamatan tersebut tercatat 0 milimeter," jelas Teguh.

Sementara di kecamatan lainnya seperti Kampunglaut tercatat 4 mm, Cilacap Tengah 14 mm, Jeruklegi 6 mm, dan Nusawungu 4 mm. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa di empat kecamatan tersebut masih terjadi hujan meskipun curah hujannya kurang dari 20 mm/bulah sehingga masuk kategori curah hujan sangat rendah.

Lebih lanjut, Teguh mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terhadap hari tanpa hujan berturut-turut, beberapa wilayah Cilacap terpantau mengalami hari tanpa hujan berturut-turut selama 31 hari hingga 60 hari, yakni Kecamatan Cipari, Adipala, Dayeuhluhur, Wanareja, Majenang, Kesugihan, Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Maos, Binangun, dan Cimanggu.

"Kecamatan-kecamatan tersebut masuk dalam kategori sangat panjang tidak terjadi hujan atau masuk dalam kecamatan yang berpotensi terjadi kekeringan," katanya. Oleh karena itu, simpulnya, perlu ada antisipasi dari pihak-pihak terkait terhadap  daerah yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih untuk konsumsi.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan berdasarkan laporan hingga tanggal 31 Juli tercatat sebanyak 15 desa di delapan kecamatan yang mengalami kekeringan maupun krisis air bersih. Menurut dia, 15 desa itu terdiri atas Binangun di Kecamatan Bantarsari, ?Bringkeng, Ujungmanik, Bojong, Grugu, Sidaurip, Kubangkangkung, dan Babakan di Kawunganten, Desa Patimuan dan Sidamukti di Kecamatan Patimuan, Panikel di Kampunglaut, Sidaurip di Gandrungmangu, Karangbenda di Adipala, Desa Karangpucung di Kecamatan Karangpucung, serta Brebeg di Kecamatan Jeruklegi.

"Hingga tanggal 31 Juli 2018, kami telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 68 tangki untuk warga di 15 desa tersebut," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara