MUI Nilai Peminat Label Halal di Kudus Minim

Ilustrasi aneka jenis label halal. (Facebook.com)
05 Agustus 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Jumlah pelaku usaha di bidang makanan dan minuman di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang berminat mengurus label halal masih rendah. Majelis Ulama Kudus (MUI) Kabupaten Kudus menganggap minat itu perlu ditingkatkan.

"Manfaat label halal tentu sangat besar karena bagian dari perlindungan kepada konsumen. Hanya saja pelaku usaha di Kabupaten Kudus yang mengajukan permohonan label halal belum banyak," kata Ketua MUI Kudus Ahmad Hamdani di Kudus, Rabu (1/8/2018).

Tokopedia

Dengan adanya label halal pada produk makanan maupun minuman, obat-obatan serta kosmetik, kata dia, ada jaminan bahwa produk tersebut diproses sesuai syariat Islam dan bahan baku yang digunakan juga mendapat jaminan halal. Meskipun banyak pelaku usaha dari kalangan muslim, kata dia, kesadaran tentang pengurusan sertifikat halal juga masih rendah, terutama pelaku usaha sektor menengah kecil karena dimungkinkan oleh banyak faktor seperti informasi yang diperoleh belum lengkap dan manfaat dari label tersebut juga belum dipahami secara mendalam.

Penyadaran dan sosialisasi itu, menurut dia memang menjadi tugasnya MUI bersama pemangku kepentingan lainnya, terutama Pemkab Kudus yang tentunya memiliki tanggung jawab soal perlindungan konsumen. Selama ini, kata Hamdani, MUI Kudus juga sudah berupaya melakukan sosialisasi melalui seminar dan pengajian.

Hanya saja, katanya, peminat label halal masih didominasi perusahaan besar yang produknya cukup dikenal masyarakat. "Sanksinya juga tidak ada sehingga belum banyak pelaku usaha yang berminat mengurus label halal tersebut," ujarnya.

Ketika mengajukan permohonan label halal, kata dia, MUI Kudus hanya merekomendasikan, sedangkan yang akan mengeluarkan nantinya dari MUI Jateng. Tahapannya adalah setelah mengajukan permohonan maka tim Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Jateng akan meninjau lokasi pabrik serta melihat proses pembuatan produknya beserta bahan baku yang digunakan.

Ia memperkirakan pengajuan label halal akan meningkat ketika Undang-Undang tentang Jaminan Produk Halal diundangkan. "Informasinya, label halal akan menjadi sebuah kewajiban bagi setiap pemilik usaha makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan," ujarnya.

Sementara itu pihak yang akan mengeluarkan label halal, bakal diserahkan ke Kementerian Agama, sedangkan peran dari MUI termasuk ke dalam bagian tim yang akan merekomendasikan apakah produk tersebut layak mendapatkan label halal atau tidak.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus Noor Badi mengakui mendengar adanya informasi yang disebutkan oleh MUI Kudus tersebut. "Hanya saja, kami hanya sebatas tugas pembantuan dari Kementerian Agama sehingga kepastiannya tentu menunggu perintah," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara