Potong Rambut Gimbal Tutup Dieng Culture Festival

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) memberikan hadiah kepada bocah bajang yang telah melakukan ritual pemotongan rambut gimbal rangkaian dari Dieng Culture Festival 2018 di kawasan Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara, Jateng, Minggu (5/8 - 2018). (Antara/Idhad Zakaria)
05 Agustus 2018 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BANJARNEGARA — Ritual pemotongan rambut gimbal (gembel) 12 anak dari berbagai daerah mengakhiri rangkaian acara Dieng Culture Festival (DCF) yang diselenggarakan di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng, Jumat-Minggu (3-5/8/2018).

Ritual pemotongan rambut gimbal dilaksanakan di Kawasan Wisata Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (5/8/2018). Ritual itu disaksikan langsung ribuan wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun turis mancanegara.

Sebelum dimulai, ritual pemotongan rambut gimbal yang merupakan acara inti DCF 2018, ke-12 anak berambut gimbal melakukan kirab dengan rute dari rumah pemangku adat sampai di Kawasan Wisata Candi Arjuna. Kirab itu dilanjutkan dengan penjamasan.

Dari 12 anak yang perempuan berambut gimbal itu ada seorang anak bernama Nurlela Herawati, 12, yang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebelas anak lainnya dari Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara.

Anak perempuan berambut gimbal yang seluruhnya mengenakan kain dan ikat kepala berwarna putih itu mempunyai sejumlah permintaan seperti es krim, ikan lele hidup, ayam jago, kambing, tempe gembus, baju, boneka, sepeda, hingga telepon seluler.

Tampak hadir dalam ritual pemotongan rambut gimbal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta istri, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng Urip Sihabudin, dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata. Gubernur Ganjar berkesempatan memotong rambut gimbal salah seorang anak yang mengikuti prosesi ruwatan tersebut.

Ganjar menyebutkan bahwa ritual pemotongan rambut gimbal ini merupakan bagian dari tradisi serta kearifan lokal di Jateng, khususnya masyarakat Dieng yang harus terus dilestarikan. Terlebih lagi, imbuhnya, prosesi ruwatan rambut gimbal ini sudah dikenal serta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara maupun nusantara.

Sebelumnya, pada acara DCF 2018 juga telah digelar sejumlah kegiatan seperti festival tumpeng, festival bunga, Konser Musik Senandung Negeri Di Atas Awan, dan festival lampion.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara