Bulog Pekalongan Targetkan Serap 96.000 Ton Beras

Kepala Gudang Bulog Pekalongan Muhyono menunjukan stok beras yang tersimpan di gudang bulog setempat. (Antara/Kutnadi)
06 Agustus 2018 03:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEKALONGAN — Perum Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional Pekalongan, Jawa Tengah, menargetkan penyerapan 96.000 ton beras petani pada 2018.

Kepala Sub Divre Pekalongan Rasiwan di Pekalongan, Jateng, Kamis (2/8/2018), mengatakan bahwa hingga awal Agustus 2018 ini penyerapan beras dari petani sudah mencapai sekitar 42% dari target 96.000 ton. "Oleh karena, kami optismistis target penyerapan beras pada 2018 sebanyak 96.000 ton ini akan terlampaui, apalagi saat ini sejumlah wilayah daerah sudah memasuki masa panen," katanya.

Tokopedia

Sejumlah daerah yang kini sedang memasuki masa panen padi kedua, antara lain Kabupaten Brebes, Pemalang, dan Kabupaten Batang. Ia mengatakan, saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog masih sekitar 26.000 ton sehingga diperkirakan masih mampu mencukupi kebutuhan warga miskin terhadap beras hingga lima bulan sampai enam bulan ke depan.

"Saat ini, penyerapan terus berjalan dengan memanfaatkan sejumlah wilayah yang sedang memasuki masa panen kedua seperti di Brebes, Pemalang, dan Batang," katanya.

Selain beras, kata dia, saat ini wilayah Kabupaten Brebes sedang memasuki masa panen bawang merah sehingga ketersediaan komoditi tersebut sedang berlimpah. "Komoditas bawang merah Brebes kini sudah mampu menembus pasar mancanegara seperti Thailand, Taiwan, dan sejumlah negara di Asia. Pada Rabu [1/8/2018], sebanyak 5.600 ton bawang merah sudah diekspor ke sejumlah negara di Asia," katanya.

Kepala Gudang Perum Bulog Pekalongan Muhyono mengatakan stok beras yang tersimpan di gudang sebanyak 5.478 ton sehingga komoditi bahan pokok ini mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat hingga enam bulan ke depan. "Adapun target pencapaian penyerapan beras hingga 2018 sebanyak 13.038 ton. Saat ini, kami terus menyerap beras yang rata-rata mencapai 60 ton-70 ton per hari," katanya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara