Buka Musyawarah APJII, Ganjar Pranowo Sindir Tukang Fitnah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerima cinderamata saat membuka Musyawarah Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng 2018, Jumat (3/8 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
06 Agustus 2018 09:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyindir tukang fitnah yang sekarang ini seperti menjadi "profesi baru". Terutama, katanya, menjelang pesta demokrasi, seperti pemilihan umum kepala daerah.

"Fitnah ini jadi 'profesi baru'. Setelah Pilgub Jateng 2018, saya tunggu-tunggu fitnahnya tidak muncul lagi," kata Ganjar Pranowo saat membuka Musyawarah Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jateng 2018 di Hotel Po Semarang, Jateng, Jumat (3/8/2018).

Jajaran pemerintah provinsi dimintanya untuk membuat akun media sosial (medsos) guna menampung keluhan dari masyarakat agar bisa segera ditindaklanjuti secara lebih cepat. "Saya edukasi semua untuk buat akun medsos, sebarkan nomor telepon. Tetapi, sebagian keluhan mereka tidak jujur. Apalagi yang disampaikan lewat medsos, apalagi [akun] anonim," kata Ganjar.

Secara umum, kata Ganjar, evaluasi terhadap jajaran dinas sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) seiring penggunaan teknologi informasi dalam merespons informasi membanggakan sehingga patut diapresiasi. Diakuinya, perkembangan teknologi yang sedemikian pesat ternyata bisa mengubah masyarakat, seperti sekarang ini yang begitu mudah mereka dikumpulkan oleh teknologi, seperti jaringan Wifi.

Tempat yang memiliki Wifi, kata Ganjar, menjadi tempat berkumpul orang, termasuk perkembangan informasi yang awalnya sebatas tulisan, kemudian gambar, dan sekarang ini yang tren adalah video atau gambar bergerak. "Akan tetapi, yang menakutkan, seperti fitnah, serem, ngapusi, juga terjadi. Makanya, saya dorong APJII di samping sebagai fasilitator, juga menjadi relawan iptek," kata Ganjar.

Dia berharap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi diantisipasi benar. "Semua sudah menyiapkan betul-betul perpindahan teknologi audio visual ini. Saya berpesan mari berinternet sehat, tidak hoaks, tampilkan prestasi. Ini yang kami dorong terus, kami pacu," kata Ganjar.

Sementara itu, Ketua Umum APJII Jamalul Izza membenarkan pentingnya kampanye internet secara sehat untuk mengantisipasi merebaknya berita hoaks seiring dengan meluasnya penggunaan gadget sekarang ini. "APJII punya program Internet Bersama [Bersih, Selektif, Nyaman] untuk memfilter konten negatif dan support konten-konten positif. Salah satunya, kami sudah lakukan filtering," kata Jamalul Izza .

Kemudian, kata Jamalul Izza, APJII juga menggelar pemilihan Miss Internet Indonesia yang sudah berjalan sejak 2017, dan untuk tahun ini sedang dalam proses pemilihan untuk membantu mengampanyekan internet sehat. "Untuk mengampanyekan internet tidak hanya di kota saja, tetapi juga di desa. Bagaimana internet antihoaks sebab gadget di daerah pinggiran kan bisa digunakan di mana-mana," kata Jamalul Izza.

Bahkan, kata Jamalul Izza, pernah terjadi suatu kasus ada siswa SMA yang diberi gadget oleh orang tidak dikenal ketika berada di kantin dan setiap harinya dikirimi pulsa senilai Rp150.000. "Tugasnya cuma satu, meng-upload berita-berita hoaks. Jadi, dia dikasih handphone, kemudian upload berita-berita yang didapat dari orang tersebut untuk dikirimkan ke Whatsapp, dan sebagainya," pungkas Izza.

Dalam Muswil APJII Jateng, kandidat petahana Priyo Suyono kembali terpilih untuk periode kedua sebagai ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) APJII Jateng untuk periode 2018-2021

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara