Berkedok Makelar Rumah, Mantan Wartawan Salatiga Bawa Kabur Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
06 Agustus 2018 17:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Berkedok sebagai makelar perumahan seorang mantan wartawan berinisial GCP, 35, warga Desa Kalioso, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, melakukan aksi penipuan kepada 20 warga Kota Salatiga. Dari aksi penipuan itu, GCP diduga melarikan uang korban hingga ratusan juta rupiah.

Kuasa hukum para korban, Suroso Kuncoro, mengatakan terlapor diduga melakukan penipuan sejak April 2017. Awalnya, ia bertindak sebagai marketing CV Eko Nusantara Jaya (ENJ) dengan menawarkan pembelian rumah kepada para korban di Perum Kradenan Permai RT 002/RW 006, Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

"Korban juga diajak ke lokasi perumahan dan diminta memilih lokasi yang akan dibeli. Setelah itu, korban diminta membayar DP [down payment]. Tapi hingga berbulan-bulan lamanya, perumahan yang dijanjikan tak kunjung ada," ujar pengacara yang akrab disapa Ucok itu saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (6/8/2018).

Ucok menyebutkan dari 20 korban yang menjadi kliennya, rata-rata telah membayar DP Rp10-50 juta. Korban awalnya percaya dengan karena saat menawarkan perumahan tersangka menggunakan surat berkop resmi dari CV ENJ, selaku perusahaan pengembang Perumahan Kradenan Permai. Bahkan, dalam formulir pembayaran itu tersangka juga menyertakan setempel asli dari CV ENJ.

"Tapi saat kita tanyakan ke pemilik CV ENJ, pembayaran para korban melalui terlapor tidak masuk ke pembukuan. CV ENJ saat ini juga sudah tidak berdiri sendiri alias bergabung ke PT Berkah, selaku pengembang Perumahan Kradenan Permai," tutur Ucok.

Ucok menyebutkan korban sempat beritikad baik dengan meminta uang dikembalikan kepada terlapor. Meski demikian, terlapor seperti tidak memiliki itikad baik dan justru menghilang tanpa jejak alias keberadaannya tak diketahui.

Para korban yang merasa tertipu akhirnya melapor ke Polres Salatiga, Sabtu (4/8/2018).

"Laporan sudah kami serahkan ke Polres Salatiga. Kami berharap laporan segera ditindaklanjuti. Kalau perlu pihak kepolisian mengeluarkan status DPO atau buronan kepada pelaku karena keberadaannya tidak diketahui," beber Ucok.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Salatiga, AKP Aris Munandar, saat dihubungi Semarangpos.com enggan memberikan keterangan. Ia bahkan menanyakan informasi perihal penipuan yang diduga dilakukan eks wartawan itu. "Lo dapat dari mana komandan, datanya?" ujar Aris.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya