Tak Kunjung Pulang, 3 Nelayan Jepara Dinyatakan Hilang

Sejumlah kapal nelayan ditambatkan di aliran muara sungai dekat Tempat Pelengan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kecamatan Jepara Kota, Kabupaten Jepara, Jateng. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
06 Agustus 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Tiga nelayan Kabupaten Jepara dinyatakan hilang saat melaut di Perairan Jepara. Informasi itu diungkapkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdianto, Senin (6/8/2018).

"Hingga kini kami sudah menjalin koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui keberadaan ketiga nelayan tersebut. Apakah dalam kondisi selamat atau seperti apa?" ungkapnya. Koordinasi antara lain dijalin BPBD Jepara dengan Basarnas dan kelompok sukarelawan di sepanjang tepian laut Jateng.

Tokopedia

Ketiga nelayan yang dinyatakan hilang dan belum diketahui nasibnya itu teridentifikasi sebagai Bambang, 40, asal Desa Sekuro, M. Soleh, 39, asal Desa Srobyong, dan Senijan, 39, asal Desa Karanggondang. Ketiganya dari Kecamatan Mlonggo.

Adapun kronologis kejadian, katanya, berawal ketika ketiganya berangkat melaut Sabtu (4/8/2018) sekitar pukul 15.30 WIB dari perairan Pantai Pailus Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. "Mereka mencari ikan di Perairan Jepara. Akan tetapi hingga hari ini [Senin, 6/8/2018] belum diketahui kabarnya," ujarnya.

Perahu yang ditumpangi ketiga nelayan tersebut, katanya, merupakan perahu sopek berawarna putih biru dengan nama lambung perahu SR 01. Kabar hilangnya ketiga nelayan tersebut, berawal ketika anggota keluarga salah satu nelayan yang dinyatakan hilang itu mendatangi Ketua Kelompok Nelayan Pantai Pailus Desa Karanggondang untuk melaporkan bahwa keluarganya yang sedang melaut belum pulang ke rumah.

Berdasarkan prakiraan BMKG Semarang untuk cuaca Senin di wilayah perairan Kepulauan Karimunjawa ketinggian gelombang lautnya bisa mencapai 1,25 m dengan kecepatan angin antara 8 knot-15 knot. Mayoritas nelayan tradisional masih mengabaikan alat keselamatan melaut, khususnya jaket pelampung sebagai antisipasi ketika terjadi kecelakaan di laut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara