Pertumbuhan Ekonomi Jateng Terkerek Proyek PLTU Batang dan Kilang Minyak Cilacap

Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jateng, Jumat (16/3 - 2018). (Antara/Harviyan Perdana Putra)
07 Agustus 2018 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Batang dan kilang minyak di Cilacap mengerek pertumbuhan ekonomi Jateng hingga 5,54%. Hal ini karena pembangunan PLTU berpengaruh langsung terhadap perekonomian Kabupaten Batang.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Neraca Statistik BPS Jateng Samiran menuturkan perekonomian Jawa Tengah berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga beriaku triwulan II/2018 mencapai Rp321.870.15 miiiar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp235.897.57 miliar. 

"Perekonomian di Jateng sedang tumbuh sampai 5,54%. Pembangunan PLTU dan eksplorasi minyak di Cilacap turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jateng karena pembangunan tersebut berdampak langsung dengan ekonomi masyarakat sekitar," kata Samiran, Senin (6/8/2018).

Samiran menuturkan dari sisi produksi pertumbuhan ekonomi Jateng didorong oIeh semua lapangan usaha. Pertumbuhan tertinggi terangnya, dicapai lapangan usaha informasi dan komunikasi yang tumbuh 11,83%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen impor yang tumbuh sebesar 15,86% 

Sementara itu, ekonomi Jawa Tengah triwulan II/2018 meningkat sebesar 3,10% dari triwulan I/2018. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan yang besarnya 6,09%. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 33,71%.

"Selain pembangunan PLTU, transportasi dan pergudangan turut andil mendongkrak perekonomian Jateng. Terlebih lagi saat ini bandara baru sudah mulai beroperasi, sehingga ekonomi semakin terangkat," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, struktur ekonomi Jateng pada triwulan II/2018 dari sisi produksi masih tetap didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan, yaitu sebesar 34,96%, sedangkan dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PKRT) yang mencapai 60,00%. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara