Sapi Limousin di Semarang Dijual Rp35 Juta

Penjual hewan kurban di Semarang, Supomo, memberi makan sapi, Senin (6/8 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda Saputra)
07 Agustus 2018 16:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menjelang datangnnya Hari Iduladha, sejumlah pedagang hewan kurban mulai bermunculan di ibu kota Jawa Tengah. Mereka menjajakan dagangannya di pinggir jalan, seperti di Jl. Untung Suropati, Kalipancur, Manyaran Kota Semarang, Jateng.

Seorang pedagang hewan kurban, Supomo, mengaku sudah berjualan sejak Sabtu (4/8/2018). Meski pun baru beberapa hari, dagangannya sudah banyak yang terjual, hingga 20 ekor sapi dan 90 ekor kambing.

Tokopedia

“Kalau kambing rata-rata kami jual dengan harga Rp1,7 juta–Rp4 juta. Sedangkan, sapi mulai Rp17 juta hingga Rp35 juta,” ujar Supomo saat berbincang dengan Semarangpos.com, Senin (6/8/2018).

Supomo menyebutkan dari sekian banyak sapi yang dijual, sapi jenis limousin atau metal yang paling banyak dicari. Sapi limousin yang dijual di tempatnya dihargai paling mahal Rp35 juta dengan bobot mencapai 7 kuintal.

“Kalau yang paling mahal ya jenis limousin. Harganya Rp35 juta dengan bobot mencapai 7 kuintal. Memang mahal, karena banyak dagingnya,” tutur pemilik usaha Hikmah Kambing itu.

Supomo pun mengaku optimistis sapi-sapinya bakal terjual dengan laris hingga perayaan Hari Iduladha nanti. Optimistis itu tak terlepas dengan kondisi cuaca musim ini yang cukup bersahabat.

Pria yang tinggal di RT 005/RW 006 Kalipancur, Semarang Barat itu mengaku musim kemarau sekarang memang cukup panjang. Meski demikian, kondisi itu justru menjadi berkah bagi pedagang hewan kurban.

Kondisi cuaca yang panas, lanjut Supomo, membuat nafsu makan hewan ternaknya menjadi meningkat. Berbeda dengan saat musim penghujan, kala hewan ternaknya menjadi sulit makan dan lebih banyak diam.

Ia mengaku rutin mengatur pola makan hewan kurbannya. Rata-rata kambing kurbannya memiliki bobot 45 kg, sedangkan sapi kurbannya berbobot 3 kuintal sampai 7 kuintal.

“Saya yakin dagangan laris manis. Tahun lalu, saya laku 500 ekor kambing dan sapi. Tahun ini, saya yakin naik sekitar 5% lebih,” imbuh Supomo.

Agar dapat bersaing dengan pedagang lainnya, Supomo punya trik tersendiri. Ia lebih mengutamakan mutu hewan kurbannya ketimbang banting harga. "Kalau ada yang beli lebih dari empat ekor saya kasih harga lebih murah," akunya.

Ia menjamin hewan kurban dagangannya layak dikonsumsi masyarakat. Sebab, semua hewannya telah berusia setahun lebih dan sudah ganti gigi atau powel.

Di Jl. Untung Suropati terdapat sejumlah pedagang yang sudah menjajakan hewan kurban. Kepala Dispertan Kota Semarang, W.P. Rusdiana, menyatakan pihaknya mulai memperketat pemantauan hewan kurban yang dijual di tepi jalan raya.

"Akan kita pantau satu per satu. Jika sudah mendekati Iduladha, saya akan lakukan sidak di beberapa tempat. Saya akan pastikan semua hewan kurban di Semarang layak konsumsi,” ujar Rusdiana.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya