Darah Juang Antar 7 Aktivisi PT RUM Sukoharjo Jalani Hukuman

Aktivis lingkungan yang divonis bersalah dalam kasus PT RUM Sukoharjo, M. Hisbun Payu alias Is, menyapa rekan-rekannya sebelum memasuki mobil tahanan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (7/8 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
07 Agustus 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — “Mereka dirampas haknya, terkubur dan lapar. Bunda relakan darah juang kami padamu kami berjanji.”

Sebait lagu Darah Juang karya grup musik Marjinal itu terdengar lantang dinyanyikan sekelompok orang di halaman Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (7/8/2018) sore. Lagu itu dinyanyikan massa guna melepas tujuh terpidana kasus perusakan dan pencemaran nama baik PT Rayon Utama Makmur (RUM) memasuki mobil tahanan.

Ketujuh terpidana itu, yakni Muh Hisbun Payu alias Is, Sutarto, Brilian, Sukemi, Kelvin, Bambang Wahyudi, dan Danang Tri Widodo. Mereka merupakan aktivisi lingkungan yang baru saja divonis bersalah oleh majelis hakim PN Semarang dengan hukuman yang bervariatif.

Is, Sukemi, dan Kelvin dijatuhi hukuman 2 tahun 3 bulan. Sedangkan, Sutarto dan Brilian divonis penjara 2 tahun. Sementara, Bambang dan Danang yang didakwa melanggar UU No.11/2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) masing-masing mendapat hukuman 3 tahun dan denda Rp10 juta, serta 2 tahun dan denda Rp10 juta.

“Putusan hakim ini enggak masuk akal. Ini bukti bahwa hukum di Indonesia berat sebelah. Saat kami melakukan aksi, justru mendapat hukuman pidana. Padahal, kami memperjuangkan rakyat yang terdampak limbah PT RUM. Sedangkan, PT RUM hanya mendapat sanksi perdata,” ujar salah seorang terpidana, Is, saat dijumpai Semarangpos.com, seusai persidangan.

Aktivisi lingkungan penentang PT RUM Sukoharjo, M. Hisbun Payu. (Semarangpos.com-Imam Yuda S,)

Is pun tampak tegar menghadapi vonis hakim itu. Seusai amar putusan hakim yang dibacakan ketua majelis hakim, Sigit Haryanto, pria yang masih berstatus mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu bahkan berani mengajukan banding.

“Kami menyatakan banding, yang mulia,” ujar Is.

Sementara itu, seusai persidangan dengan terdakwa Is, Sutarto, dan Brilian, sekelompok massa dari kalangan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam kelompok Sukoharjo Melawan Racun (Samar) menggelar aksi demo. Mereka berdemo sambil menenteng spanduk dan berorasi menentang keputusan hakim.

“Hukum telah tumpul ke atas. Hari ini kita menyaksikan sendiri, kawan-kawan. Hukum memihak kepada pemodal besar,” ujar salah satu pengunjuk rasa, Julio Belhanda, dalam orasinya.

Demo itu pun berlangsung sejak siang hingga sore hari. Demo berakhir dengan acara doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat di desa yang terdampak limbah udara PT RUM Sukoharjo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya