PDIP Targetkan 19 Kursi DPRD Kota Semarang

Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram/hendrarprihadi)
07 Agustus 2018 23:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Semarang optimistis meraih 19 kursi di lembaga legislatif setempat pada Pemilihan Umum 2019. Ambisi PDIP dalam menguasai kursi DPRD Kota Semarang itu diyakini bakal dipermudah sistem pemilu yang diterapkan.

"Kami optimistis meraih 19 kursi [DPRD Kota Semarang] pada 2019. Apalagi, sistem penghitungan kursinya pakai sainte lague murni," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Hendrar Prihadi seusai konsolidasi internal untuk pemenangan Pemilu dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (7/6/2018).

Diakui Hendi—sapaan Hendrar Prihadi yang juga wali kota Semarang itu, perubahan sistem penghitungan kursi lembaga legislatif pada Pemilu 2019 itu menjadi salah satu pembahasan dalam konsolidasi. "Lewat konsolidasi ini, kami mengajak para bakal calon anggota legislatif [caleg] untuk memahami sistem penghitungan kursi yang baru ini, yakni sainte lague murni," katanya.

Dengan perubahan sistem penghitungan kursi menjadi sainte lague murni, kata dia, PDI Perjuangan Kota Semarang optimistis menambah perolehan lima kursi, dari tahun ini 15 kursi menjadi 19 kursi. "Bertambahnya kursi legislatif di DPRD, ini tentu menjadi modal penting bagi PDI Perjuangan Kota Semarang untuk lebih kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat," katanya.

Pada rapat konsolidasi itu, dilakukan pula simulasi penghitungan suara menggunakan sistem sainte lague murni, serta pemberian motivasi kepada para caleg yang maju dari PDI Perjuangan. Sebagai sebuah keluarga besar PDI Perjuangan, Hendi mengatakan seluruh pihak harus saling mendukung satu sama lain, baik antarbacaleg, struktural partai, organisasi sayap, maupun relawan.

Apalagi, imbuh dia, Pemilu 2019 bersamaan dengan pilpres sehingga penting untuk terus bergerak bersama dalam pemenangan kembali Joko Widodo sebagai presiden pada Pilpres 2019. "Yang terpenting, kepada sedulur-sedulur yang terpenting adalah jaga kondusivitas. Jangan kemudian ajang pesta demokrasi pada 2019 justru akan memecah belah masyarakat," kata Wali Kota Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara