Stasiun KA Kudus Ditawarkan Jadi Pusat Bisnis

Seorang warga tengah di bangunan bekas Stasiun Kereta Api Kudus, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jateng, Selasa (7/8 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
07 Agustus 2018 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Lahan dan bangunan bekas stasiun kereta api (KA) di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ditawarkan kepada investor untuk dijadikan pusat bisnis tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.

"Rencananya stasiun KA Kudus tersebut memang dikonsepkan sebagai kawasan usaha bisnis," kata Manager Humas PT KAI Daops IV Semarang Suprapto saat dihubungi Kantor Berita Antara melalui telepon dari Kudus, Jawa Tengah, Selasa (7/8/2018).

Pengembangan bekas stasiun menjadi pusat bisnis tersebut, kata dia, tidak akan dikerjakan oleh PT KAI melainkan akan dikerjasamakan dengan pengembang. Dengan catatan, imbuhnya, pengembang tersebut sanggup mematuhi ketentuan yang dipersyaratakan oleh PT KAI.

"Salah satu persyaratannya yakni di dalam pemanfaatan lahan milik PT KAI tersebut tetap mempertahankan unsur-unsur sejarah yang ada di Stasiun Kudus," ujarnya.

Ia mencatat lahan di kawasan Stasiun Kudus berkisar 1,2 ha. Bagi investor yang berminat, kata dia, bisa menghubungi Unit Pengusahaan Aset PT KAI Daops IV Semarang.

Terkait wacana menghidupkan kembali jalur kereta api di wilayah Kudus dan sekitarnya, ia memastikan kemungkinan itu akan disebutkan dalam surat perjanjian kontrak kerja sama nantinya. "Tentunya di dalam perjanjiannya ada klausulnya dan pengembangan juga akan mendapatkan kompensasi ketika sebelum kontrak selesai PT KAI berkeinginan melakukan pengembangan soal jalur kereta api," ujarnya.

Menurut dia, investor yang bisa diajak kerja sama bukan hanya dari kalangan swasta, melainkan dari pemerintah daerah setempat juga memungkinkan melakukan kerja sama.

Lahan kompleks bekas stasiun PT KAI yang ada di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus itu, awalnya disewa oleh Pemkab Kudus sebagai Pasar Wergu. Akan tetapi, sejak tahun 2017, lokasi pasar dipindah ke lokasi baru karena pemda setempat telah membangun pasar yang lebih megah dan tidak perlu menyewa lahan seperti sebelumnya.

Saat ini, lahan yang sebelumnya dijadikan pasar tradisional dalam kondisi kosong dan PT KAI juga sekadar memagari bekas stasiun kereta api tersebut dengan lembaran seng. Meskipun demikian, bangunan bekas stasiun kereta api masih tetap terlihat dari jalan raya karena lokasinya memang tepat berada di tepi Jalan Agus Salim.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara