4 BUMN Menangi Proyek Bendungan Randugunting & Jlantah

Infodigital proyek bendungan di Jateng. (Bisnis)
08 Agustus 2018 16:50 WIB Irene Agustine Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Empat BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dipastikan memenangi lelang proyek pembangunan Bendungan Randugunting dan Bendungan Jlantah di Jawa Tengah yang total harga perkiraan sendirinya mencapai Rp1,88 triliun.

Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kedua proyek bendungan tersebut telah melewati proses prakualifikasi dan tiap-tiap proyek meloloskan tiga kontraktor BUMN ke tahapan selanjutnya, yakni evaluasi penawaran.

Pada proyek Bendungan Randugunting, ketiga kontraktor BUMN yang lulus prakualifikasi ialah PT Brantas Abipraya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.. Mereka menyisihkan 169 peserta lelang proyek yang nilai harga perkiraan sendiri (HPS) mencapai Rp885,70 miliar.

Sementara itu, PT Brantas Abipraya, PT Wijaya Karya Tbk., dan PT Waskita Karya Tbk. lulus prakualifikasi untuk proyek Bendungan Jlantah dengan menyisihkan 77 peserta lelang. Nilai HPS pada paket proyek ini mencapai Rp996,30 miliar.

Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih mengatakan bahwa kontraktor BUMN yang lolos prakualifikasi untuk kedua proyek bendungan tersebut akan terus melanjutkan proses pelelangan sampai diketahui pemenangnya sebelum Oktober 2018. “Proses selanjutnya terus untuk lelang. Kami targetkan kontrak proyek bendungan bisa dilakukan Oktober,” kata Sumiarsih saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (6/8/2018).

Bendungan Randugunting terletak di Kabupaten Blora. Rencananya, bendungan tersebut memiliki kapasitas sebesar 10,40 juta m3 dan diharapkan dapat mengairi lahan seluas 1.990 ha serta menyediakan pasokan air baku sebesar 0,13 m3/detik. Sementara itu, Bendungan Jlantah berlokasi di Kabupaten Karanganyar. Bendungan ini nantinya akan memiliki manfaat peningkatan intensitas tanam irigasi yang sudah ada seluas 805 ha, irigasi baru 688 ha, air baku 150 liter/detik, dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro 625 kw.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis