Lulusan IPDN Bersepeda Sumedang-Semarang demi Ganjar Pranowo

Lulusan IPDN Beryl Pilar Kharismaldie bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (7/8 - 2018). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
08 Agustus 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Seorang lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bernama Beryl Pilar Kharismaldie bersepeda dari Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat demi menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Beryl mengaku pernah bernazar akan pulang ke kampung halaman di Bojonegoro, Jawa Timur dengan bersepeda setelah dinyatakan lulus IPDN. "Saya mampir mau minta wejangan dari Pak Gubernur," katanya di sela-sela pertemuan dengan Gubernur Ganjar di halaman kantor Gubernur Jateng, Selasa (7/8/2018) petang.

Tokopedia

Beryl berangkat dari Jatinangor pada Sabtu (4/8/2018) pagi dengan mengayuh sepeda yang dibelinya dari uang tabungan beberapa tahun lalu. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyambut Beryl dengan jabat tangan erat dan mengaku kagum dengan tekad salah seorang lulusan IPDN tersebut.

"Ngopo iki ngepit? Hla kok top men! Kamu ngepit dari Jawa Barat. Wuh atos tenan," kata Ganjar seraya memegang lutut Beryl.

Pada Beryl, Ganjar Pranowo berpesan agar menjadi pegawai yang berdedikasi, berintegritas, serta ikhlas melayani masyarakat. Ganjar pun berseloroh dengan menawarinya untuk menjadi ajudan pribadi dan tawaran itu diamini Beryl sembari tersenyum.

"Mas Beryl, datangi orang tua, sujud syukur. Anda sudah lulus dari IPDN ya. Saya bangga dengan nazar Anda, lebih membanggakan lagi, jika gaji pertama akan diberikan kepada orang tua, itu bagus. Jadilah petugas yang berintegritas dan ikhlas melayani masyarakat ya," ujar Ganjar.

Putra pasangan M. Muktar dan Emy Nuri Astuty itu mengaku diberi uang saku oleh ayahnya Rp300.000 sebelum mulai mencatatkan kisah unik memenuhi nazarnya dengan bersepeda. Beryl mengaku uang saku sebanyak itu tidak cukup untuk bekal selama di perjalanan, tetapi ia bersyukur karena banyak kakak-kakak seniornya yang turut membantu di setiap daerah.

"Kalau jalur paling berat itu di Alas Roban, itu kan jalannya menanjak. Sama di tanjakan Sumedang, sama di situ juga jalannya menanjak," ujarnya.

Ia mengaku ingin menapaki awal karier sebagai staf kecamatan karena menurutnya pekerjaan yang paling banyak mendapat pengalaman adalah petugas kecamatan yang banyak melayani masyarakat.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara