Perajin Batik Jateng Wajib Jaga 3K, Ini Maksudnya...

Ilustrasi pembuatan batik di Pekalongan. (Antara/Pradita Utama)
08 Agustus 2018 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Para pengrajin batik dengan berbagai corak di Provinsi Jawa Tengah diminta menjaga kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (3K) produk sebagai upaya pengembangan usaha. Mereka juga didorong untuk berhimpun demi mudahnya pembinaan dan mengucuri bantuan.

"Pengrajin dituntut bisa menyesuaikan kualitas dan standar produk dengan permintaan pasar sehingga dalam mengembangkan usaha batik harus berpedoman pada 3K, yaitu peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, serta menjaga kontinuitas produksi," tutur Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono di Semarang, Selasa (7/8/2018).

Ia lalu mengungkapkan kendala yang selama ini dihadapi oleh para pengrajin batik dalam meningkatkan kuantitas produk dan menjaga kontinuitas produksinya. Sering kali, katanya, para pengrajin batik tidak sanggup memenuhi permintaan pasar yang cukup besar dan berkesinambungan sehingga banyak yang tidak bisa memperlebar akses pemasarannya.

Oleh karena itu, Sekda Sri Puryono meminta pengrajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik bergabung demi membentuk satu koperasi sehingga pembinaan dan bantuan peralatan dari pemerintah dapat mudah diberikan. "Jadi kalau sudah bagus sekali, harus bagus terus. Jangan bagus hanya contohnya saja tapi begitu nanti yang berikutnya tidak bagus, kualitasnya kurang. Kualitas sudah terpenuhi tapi pada saat diminta dalam jumlah besar tidak sanggup," ujarnya.

Bukan hanya membantu permodalan dan pelatihan maupun memfasilitasi peralatan, Pemprov Jateng dijanjikannya, juga akan terus membantu membukakan pasar untuk para pengrajin dan pelaku UMKM batik. Salah satu yang akan direalisasikan adalah dengan mengupayakan pendirian gerai khusus UMKM, utamanya batik Jateng di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Kami juga mendorong masyarakat untuk lebih mencintai batik sehingga dapat mendorong para pengrajin dan UMKM batik terus berkreasi dan berinovasi dalam meningkatkan daya saing produknya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara