17 Tenaga Medis RSUP dr. Kariadi Dikirim ke Lombok

Tenaga medis RSUP dr. Kariadi yang berangkat ke Lombok untuk memberi bantuan korban gempa bumi, Rabu (8/8 - 2018). (Istimewa/Humas RSUP dr. Kariadi)
08 Agustus 2018 22:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Gempa bumi yang menewaskan ratusan orang di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangkan simpati dari berbagai pihak, tak terkecuali tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Kariadi. Sebanyak 17 tenaga medis dari RSUP Dr. Kariadi pun dikirim ke lokasi bencana untuk membantu para korban.

Direktur Utama RSUP dr. Kariadi, Agus Suryanto, mengatakan 17 tenaga medis yang dikirim ke Lombok itu berangkat Rabu (8/8/2017) menggunakan pesawat dari Bandara Ahmad Yani Semarang. “Kami berharap mereka bisa bekerja sama dengan tim penanggulangan bencana yang sudah ada di sana. Mereka nanti akan ditempatkan di lapangan untuk bersentuhan langsung dengan para korban. Namun, ada pula yang disiagakan di rumah sakit-rumah sakit,” ujar Agus kepada wartawan seusai melepas rombongan tim medis ke Lombok di RSUP Dr. Kariadi, Semarang, Rabu siang.

Agus menambahkan tenaga medis yang tergabung dalam tim Penanggulangan Bencana RSUP dr. Kariadi ini merupakan kelompok pertama yang dikirim ke Lombok. Setelah kelompok pertama, pihaknya akan mengirim kelompok kedua dalam waktu dekat ini.  “Di daerah itu, mereka akan bergabung dengan Dinkes setempat. Mereka kita tugaskan di sana selama sepekan. Tapi jika dibutuhkan lebih lama, bisa diperpanjang,” imbuh Agus.

Ketua Tim Penanggulangan Bencana RSUP Dr. Kariadi, Ulfa Panji Utama, mengatakan tenaga medis yang dikirim ke Lombok terdiri dari dokter bedah, dokter anestesi, para perawat dan dokter umum yang biasa bertugas di instalasi gawat darurat (IGD). “Semuanya merupakan tenaga medis yang berpengalaman dan akan ditugaskan selama sepekan untuk tinggal bersama korban,” beber Ulfa.

Tenaga medis dari RSUP Kariadi, lanjut Panji, akan tinggal di tenda mengingat kondisi gedung-gedung di sana masih rawan bencana. “Kami bawa alat lengkap. Bedah dan alat stabilisasi untuk merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih besar,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya