Polda Jateng Ungkap SPG Cantik Dibakar Hidup-Hidup di Hutan Blora

Ferin Diah Anjani, 21, SPG dan caddy golf yang mayatnya ditemukan terbakar di hutan jati Kunduran, Blora, Jateng, Rabu (1/8 - 2018). (Okezone.com)
08 Agustus 2018 19:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Jajaran Polda Jawa Tengah mengungkap latar belakang tewasnya Ferin Diah Anjani, 21, perempuan cantik yang mayatnya ditemukan terbakar di hutan jati kawasan Kunduran, Kabupaten Blora, Jateng, Rabu (1/8/2018) pekan lalu.

Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono di Kota Semarang, Jateng, Rabu (8/8/2018), memastikan wanita yang berprofesi sebagai sales promotion girl (SPG) dan caddy golf tersebut merupakan korban pembunuhan. Pelaku pembunuhan itu, tegasnya, kini sudah ditangkap.

Pelaku pembunuhan itu, menurut Kapolda Condro Kirono adalah Kristian Ari Wibowo, 31, warga Kota Semarang. "Pelaku bekerja sebagai karyawan di salah satu hotel di Semarang," katanya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.

Pengungkapan pembunuhan sadis itu, menurut laman aneka berita Okezone.com yang mengutip Krjogja.com, diawali dengan pengungkapan identitas korban. Jasad Ferin Diah Anjani yang sempat dikuburkan di Blora sebagai mayat tanpa nama itu belakangan hari diketahui sebagai warga Perum Sendangmulyo, Tembalang Kota Semarang.

Polisi sudah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk mengetahui penyebab kematian. Petugas juga mencocokkan DNA korban dengan keluarganya. Berdasarkan penelusuran atas keseharian korban sebagai SPG dan caddy golf segera diketahui pelaku pembunuhannya.

Diketahui pula bahwa modus operandi tindak pidana itu, adalah pelaku ingin menguasai harta benda milik korban. Korban, dipastikan Kapolda Condro Kirono, memiliki hubungan dengan pelaku karena sudah beberapa kali bertemu. Karena saling kenal, pelaku dengan mudah membius korban.

Setelah Ferin dalam kondisi tidak sadarkan diri, ia pun dengan mudah diapa-apakan. Dalam kondisi masih bernapas meskipun tidak dalam kondisi sadar, Ferin dibakar di hutan kawasan Kunduran, Blora.

Sejauh ini, aparat Polda Jateng menurut Irjen Pol. Candra Kirono, masih mendalami perkara tersebut. Termasuk, imbuhnya, dugaan tindak pidana serupa yang terjadi beberapa tahun lalu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya