Terungkap! Air Zamzam Palsu di Jateng Dibuat dari Air Isi Ulang dan Dijual Rp60.000

Dua aparat Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan air zamzam yang diduga palsu yang telah dikemas dalam botol bermerek Al Lattul Water di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Rabu (8/8 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
09 Agustus 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Aparat Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) membongkar praktik penjualan air zamzam yang diduga palsu dari sebuah rumah kontrakan di Jl. Blado-Pagilaran No. 60, Kabupaten Batang, 26 Juli lalu.

Air zamzam yang diedarkan ke beberapa toko perlengkapan haji dan umrah di Bandung, Jawa Barat (Jabar) itu ternyata dibuat dari air reverse osmosis (RO) atau yang lebih populer disebut air isi ulang.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Condro Kirono, menyebutkan para tersangka mengisi air isi ulang itu dalam kemasan botol dan jeriken ukuran 10 liter, 5 liter, 1 liter dan 330 mililiter (ml). Botol dan jeriken yang sudah diisi air isi ulang dari galon bermerek Blado Oxy itu kemudian ditempeli stiker bertuliskan Al Lattul Water.

"Tersangka belajar membuat air zamzam palsu ini dari Internet. Air itu diambil dari galon isi ulang yang lebih dulu diendapkan agar terlihat jernih. Kemudian, air dimasukkan ke dalam botol," ujar Kapolda saat jumpa pers di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Banyumanik, Semarang, Rabu (8/8/2018).

Dalam operasi itu, aparat Polda Jateng meringkus dua tersangka, Yusron, 35, dan Efendi, 54. Selain kedua tersangka, aparat juga menyita puluhan kadus berisi air dalam kemasan botol bermerek Al Lattul Water ukuran 10 liter, 5 liter, 1 liter dan 330 ml.

Polisi juga menyita ratusan jeriken ukuran 10 liter, 5 liter dan 1 liter, peralatan produksi, ribuan stiker bertuliskan Al Lattul Water. Satu botol air zamzam yang diduga palsu berukuran 330 ml itu biasanya dijual dengan harga Rp60.000.

Condro menjelaskan dari hasil pemeriksaan terhadap dua tersangka itu diketahui praktik penjualan air zamzam palsu itu sudah dilakukan sejak Oktober 2017. Tersangka diduga meraup keuntungan hingga Rp1,8 miliar dari penjualan air zamzam palsu itu.

Terkait pendistribusian, Condro mengaku masih melakukan penyelidikan. Namun dari keterangan tersangka, air zamzam palsu itu dikirim ke Bandung.

"Semua barang dikirim Bandung. Meski demikian, kami tetap melakukan pengecekan di toko-toko perlengkapan haji dan umrah yang ada di Jateng," beber Condro.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya