Partai Pendukung Pemerintah-Oposisi di Jateng Sepakat Pemilu Damai

Perwakilan parpol Solo berfoto bersama, Rabu (8/8 - 2018) sore. (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
09 Agustus 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Partai politik pendukung pemerintahan maupun oposisi di Jawa Tengah berkomitmen mewujudkan Pemilu 2019 yang damai dan bermartabat. Benang merah kesepakatan itu disampaikan pengurus PDIP maupun Partai Gerindra Jateng.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Tengah Bambang Kusrianto mengatakan seluruh partai sudah memperoleh pengalaman dalam pilkada Juni 2018 lalu. "Teman-teman partai bisa menjaga kondusivitas Jawa Tengah," katanya di Kota Semarang, Senin (6/8/2018).

Menurut dia, PDIP siap mengampanyekan dan mengawal program-program Joko Widodo. Dengan demikian, lanjut dua, tidak akan muncul provokasi-provokasi yang sifatnya menimbulkan perbedaan yang tajam.

Fokus lain yang juga menjadi perhatian, lanjut dia, mengawal pendataan calon pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ia menambahkan partai juga bertanggung jawab terhadap pendidikan para calon pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengatakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut tidak perlu disambut berlebihan. "Pilpres ini kan lima tahunan, mari kita beri tontonan rakyat tentang sebuah demokrasi yang baik," katanya.

Ia meminta masyarakat memilih pemimpin bukan karena uang, bukan karena sembako, juga bukan karena pencintraan. Hal lain yang tidak kalah penting dalam penyelenggaraan pemilu, lanjut dia, yakni komitmen pemerintah dan penyelenggara pemilu.

Penyusunan DPT pada Pilkada 2018, kata dia, merupakan salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan penyelenggara pemilu. Gerindra bersama partai koalisi oposisi, lanjut dia, berkomitmen mewujudkan pesta demokrasi yang dami dan bermartabat.

"Harapan kami jangan sampai ada kecurangan," kata anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara