Polda Jateng Usut Proses Kematian SPG Cantik di Hutan Blora

Ferin Diah Anjani. (Instagram.com/ferinanjani)
09 Agustus 2018 15:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) terus menyelidiki kasus kematian sales promotion girl (SPG) cantik asal Kota Semarang, Ferin Diah Anjani, 21, yang ditemukan tewas dengan luka bakar di hutan jati kawasan Kunduran, Blora, Rabu (1/8/2018).

Penyelidikan dilakukan guna mengetahui kondisi korban saat dibakar apakah masih bernafas atau sudah tak bernyawa.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jateng, Kombes Pol. dr. Didiet Setiobudi, mengaku pihaknya telah menggelar autopsi terhadap jenazah korban. Meski demikian, pihaknya belum berani menyatakan jika korban benar-benar tewas akibat dibakar oleh pelaku.

“Kami masih menunggu data penunjang, ini masih belum keluar. Kami nanti kirim ke patologi anatomi, seperti DNA. Curiganya korban masih hidup atau sudah meninggal saat dibakar,” ujar Didiet saat dihubungi Semarangpos.com, Kamis (9/8/2018).

Ia menyebutkan proses penyelidikan paling cepat selesai sekitar satu hingga dua pekan semenjak dilakukan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, hasilnya pun langsung dilaporkan ke penyidik.

Disinggung apakah ada luka lain yang diderita korban, selain luka bakar, seperti lebam, Didiet enggan berkomentar.

“Kami belum mau ekspose, karena belu lengkap. Kalau setengah-setengan nanti malah salah,” tegas Didiet.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ferin Diah Anjani, yang bekerja sebagai SPG dan caddy golf ditemukan tewas dalam kondisi hangus terbakar di kawasan hutan Jati di Blora. Jasad korban sempat tak bisa diidentifikasi karena mengalami luka bakar hampir 100%. Jasad korban pembunuhan itu akhirnya mampu dikenali keluarganya karena bentuk gigi serta anting.

Setelah dilakukan penyelidikan, korban akhirnya diketahui dibunuh tersangka Kristian Ari Wibowo, 30, warga Perumahan Dolog Blok G No. 11, Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang. Tersangka yang merupakan mantan karyawan sebuah hotel di Semarang mengaku perbuatan keji itu dilakukan demi menguasai harta korban.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya