Pengelola Sunan Kuning Minta Dinsos Tak Buru-Buru Tutup Resosialisasi Argorejo

Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
10 Agustus 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi Eko Putranto, berharap Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang tak tergesa-gesa dalam menutup kawasan prostitusi Sunan Kuning. Penutupan bisa dilakukan secara bertahap hingga para pekerja seks komersial (PSK) benar-benar siap meninggalkan Sunan Kuning.

“Saya tetap menghormati kebijakan mereka [pemerintah]. Tapi ya bijaksanalah. Kalau ditutup mau cari uang kemana kita nanti. Padahal banyak mucikari belum punya modal buat buka usaha,” ujar Suwandi seusai mengikuti acara diskusi terkait rencana penutupan Resosialisasi Argorejo di Hotel Grasia, Semarang, Kamis (9/8/2018).

Suwandi berpendapat idealnya proses penutupan dilakukan lebih dulu dengan memulangkan pekerja seks secara bertahap. Saat ini jumlah pekerja seks di Sunan Kuning mencapai 488 orang yang tinggal di 150-an wisma.

“Seharusnya penutupan dilakukan dengan memulangkan PSK secara berkala lebih dulu. Tiap tahun seharusnya dipulangkan 100 orang dulu. Dengan begitu mental mereka jadi lebih siap, tidak terombang-ambing dengan kebijakan yang tidak jelas,” beber Suwandi.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Semarang, Tri Waluyo, mengatakan penutupan kawasan prostitusi Sunan Kuning merupakan tindak lanjut program pemerintah yang mencanangkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019.

"Itukan kebijakan pemerintah. Karena kebijakan pemerintah, semuanya harus mematuhi,” ujar Tri.

Untuk nasib para pekerja seksnya, Tri bilang mayoritas yang berasal dari luar kota, akan dipulangkan ke daerah asal. Sedangkan, pekerja seks yang berasal dari wilayah sekitar Kota Semarang, seperti Kendal, Ambarawa, maupun Ungaran, bisa tetap tinggal asalkan bekerja sebagai pegawai salah satu investor yang akan mengambil alih Sunan Kuning.

Pemkot Semarang, setelah penutupan, rencana memberikan pengelolaan lahan Sunan Kuning kepada pihak swasta. Saat ini sudah ada tiga investor yang bergerak di bidang pendidikan dan UMKM yang siap mengambil alih kawasan yang terkenal sebagai lokasi prostitusi terbesar di ibu kota Jawa Tengah (Jateng) itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya