PLN Semarang Ajak Puluhan Siswa SD Tanam Mangrove

Jajaran manajemen PLN Area Semarang menanam mangrove bersama siswa SD di Pantai Kartika Jaya, Kendal, Kamis (9/8 - 2018). (Istimewa / Humas PLN DJTY)
10 Agustus 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, KENDAL — Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Semarang mengajak puluhan siswa SDN 3 Blender, Kendal, menanam tanaman bakau atau mangrove di Pantai Kartika Jaya, Patebon, Kendal, Kamis (9/8/2018).

Penanaman mangrove ini digelar PLN Area Semarang sebagai bentuk kegiatan corporate social responsibility (CSR) di Desa Kartika Jaya, Kendal. Ada sekitar 5.000 mangrove yang ditanam dalam kegiatan yang turut diikuti mahasiswa STIE Bank BPD Jateng dan warga itu.

Tokopedia

“Kegiatan penghijauan ini rutin kami lakukan setiap semester dan pada kesempatan kali ini bersamaan dengan program CSR menanam 5.000 bibit mangrove untuk mencegah abrasi yang mengancam pemukiman Desa Kartika Jaya,” ujar Manajer PLN Area Semarang, Donny Adriansyah, dalam keterangan resmi.

Selain penanaman mangrove, dalam kegiatan itu juga digelar acara PLN Mengajar. Kegiatan PLN Mengajar menjadi kesempatan manajemen PLN membagikan pengetahuan kepada siswa dan masyarakat umum menjaga lingkungan sehat dan program reduce, reuse, recycle (3R).

“Pentingnya menjaga lingkungan dengan mengelola sampah harus diajarkan sejak dini. Kami sangat peduli kepada kelangsungan lingkungan hidup dan berkomitmen untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan serta memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat khususnya siswa-siswi SD di wilayah kerja PLN Area Semarang,” ujar Donny.

Selain menumbuhkan minat siswa untuk peduli kepada lingkungan, kegiatan ini juga dioptimalkan untuk meningkatkan wawasan ketenagalistrikan pada para siswa.

“Materi tentang bahaya kelistrikan juga disampaikan, agar anak-anak dapat menggunakan energi listrik dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Kepala SDN 3 Bleder, Tumonjono, sangat mengapresiasi kepedulian PLN kepada lingkungan hidup dengan mengajarkan kegiatan 3R kepada seluruh siswa-siswinya. “Kami harap kegiatan ini menjadi pemicu semangat anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan hidup khususnya di sekitar sekolah dengan peduli terhadap sampah,” pungkasnya.

Dalam acara ini, seluruh siswa-siswi diajak untuk membuat kerajinan dari sampah bekas. Celengan, hiasan bunga, kotak pensil, hingga miniatur truk dibuat anak-anak dari bahan plastik, kain dan kardus bekas.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya