2021, PLTU Tanjung Jati B Jadi Pemasok Terbesar Kelistrikan Jawa-Bali

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan General Manager PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B Komang Parmita di PLTU Tanjung Jati B, Jepara, Jateng, Kamis (9/8 - 2018). (Antara/Dian)
10 Agustus 2018 21:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, JEPARA — Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B, Jepara, Jawa Tengah, dikalkulasi menjadi pemasok terbesar pada sistem kelistrikan Jawa-Bali pada 2021 kelak. Kala itu, dua pembangkit yang masing-masing berkapasitas 1.000 megawatt telah berfungsi sempurna.

"Jika pembangunan dua unit pembangkit baru di PLTU Tanjung Jati B selesai dikerjakan, tentunya suplai listrik dari PLTU Tanjung Jati B akan bertambah besar," papar General Manager PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjungjati B, Komang Parmita, saat menerima kunjungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Jepara, Kamis (9/8/2018).

Tokopedia

Gubernur Jateng datang dengan didampingi Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Keduanya menyempatkan diri mengunjungi dua unit pembangkit yang sedang dibangun.

Komang mengatakan, saat ini, PLTU Tanjung Jati B menyuplai 10,4% kebutuhan listrik Jawa-Bali. Jika dua unit pembangkit baru yang sedang dalam proses pembangunan bisa dioperasikan pada tahun 2021, maka kontribusinya terhadap sistem kelistrikan Jawa-Bali menjadi lebih dari 15%.

Pasalnya, terang Komang, kedua unit pembangkit yang sedang dalam proses pembangunan itu masing-masing memiliki kapasitas 1.000 megawatt. Sedangkan empat unit pembangkit yang sudah beroperasi masing-masing berkapasitas sebesar 660 megawatt.

Dengan suplai 10,4% ke sistem interkoneksi Jawa-Bali, maka terdapat dua unit PLTU yang menyumbang pasokan listrik lebih banyak dibanding PLTU Tanjungjati B. Keduanya, yakni PLTU Paiton Jawa Timur dan PLTU Suryalaya Jawa Barat.

PLTU Tanjung Jati B yang merupakan proyek nasional, juga menjadi objek vital nasional sehingga pengamanannya melibatkan personel TNI dan Polri. Keberadaan PLTU Tanjung Jati, kata dia, juga menyumbang ketersediaan lapangan kerja baru karena penyerapannya mencapai 1.740 pekerja, sekitar 1.087 pekerja di antaranya berasal dari tenaga lokal Jepara.

Sementara itu, pajak yang dibayarkan, katanya, mencapai Rp250 miliar/tahun. Dana program tanggung jawab sosial perusahaan (coorporate social responsibility/CSR), kata dia, yang disalurkan juga naik dari Rp2,6 miliar pada tahun 2016 menjadi Rp5,6 miliar pada tahun 2017.

"Tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp5,6 miliar lebih," ujarnya. Dana CSR tersebut, di antaranya dimanfaatkan untuk pengembangan desa-desa tapak serta berbagai bantuan untuk sejumlah lembaga.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara