Kudus Berupaya Lakukan Metrologi Legal Mandiri

Ilustrasi pedagang menimbang telur. (Solopos/Tri Rahayu)
10 Agustus 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus segera mengoperasikan kegiatan metrologi legal secara mandiri menyusul telah dimilikinya tenaga ahli penera timbangan oleh institusi tersebut.

"Untuk saat ini, kami tengah menunggu proses pengajuan surat keterangan kemampuan pelayanan tera dan tera ulang untuk tenaga ahli tera, karena sebelumnya sudah ada satu pegawai yang mengikuti sertifikasi sebagai penera di Bandung," ujar kata Kepala Bidang Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Imam Prayitno, Senin (6/8/2018). Idealnya, terang dia, Kabupaten Kudus memiliki empat ahli penera timbangan, karena jumlah objek yang akan ditera juga cukup banyak.

Tokopedia

Untuk melaksanakan kegiatan metrologi legal secara mandiri itu, pihaknya kini tengah mengajukan dokumen mutu serta kalibrasi alat yang diibaratkan sebagai surat izin melakukan kegiatan metrologi legal. Peralatan yang dimiliki, sebelum digunakan melakukan tera, harus dilakukan kalibrasi.

Jika sejumlah tahapan tersebut bisa dilalui, terang dia, maka kegiatan metrologi legal di Kudus bisa dimulai secara mandiri. Meskipun peraturan daerah (perda) tentang retribusi tera ulang belum jadi, kata dia, metrologi legal tetap bisa dijalankan dengan tidak menarik retribusi kepada masyarakat.

"Biaya dibebankan kepada pemilik timbangan ketika ada kerusakan karena perbaikan dilakukan oleh pihak ketiga," ujarnya.

Ia mencatat jumah alat ukur, takar, timbangan, dan perlengkapannya (UTTP) di Kabupaten Kudus mencapai 40.000 unit. Oleh karena itu, kata dia, dalam menjalankan tugas tera, membutuhkan dua tim, yang mana masing-masing tim membutuhkan dua penera yang sudah bersertifikat. Saat ini, kegiatan tera masih menggunakan tenaga ahli dari wilayah Pati.

Pelimpahan kewenangan bidang metrologi legal tersebut tindak lanjut atas UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah dalam rangka mempercepat jumlah daerah dan pasar yang tertib ukur.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara