Cari Korban Lain Pembunuh SPG Cantik Semarang, Polisi Cari Data Orang Hilang Wonosobo

Ferin Diah Anjani, 21, SPG dan caddy golf yang mayatnya ditemukan terbakar di hutan jati Kunduran, Blora, Jateng, Rabu (1/8 - 2018). (Okezone.com)
10 Agustus 2018 21:09 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) terus menelusuri jejak korban lain yang dibunuh tersangka Kristian Ari Wibowo, 30, warga Perum Dolog, Pedurungan Wetan, Kota Semarang. Salah satu upaya itu dilakukan Polres Blora dengan menelusuri data orang hilang di Kabupaten Wonosobo.

Kristian Ari Wibowo merupakan tersangka pembunuhan sales promotion girl (SPG) dan caddy golf cantik asal Kota Semarang, Ferin Diah Anjani. Ia membunuh korban dengan cara sadis. Korban diduga dibakar dalam kondisi masih bernafas di kawasan hutan jati Kunduran, Blora.

Tokopedia

Mayat korban kemudian ditemukan pada Rabu (1/8/2018). Sementara, tersangka ditangkap aparat Polres Blora di rumah kontrakannya, Senin (6/8/2018) malam.

Kapolrestabes Blora, AKBP Saptono, melalui Kasatreskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyebutkan dalam pemeriksaan tersangka mengaku juga pernah melakukan perbuatan serupa pada 2011 lalu. Namun, tersangka lupa dengan korban pertama tersebut dan hanya mengetahui bahwa korbannya merupakan perempuan asal Wonosobo.

“Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan Polres Wonosobo untuk mencari tahu siapa korban pertama pelaku itu. Caranya dengan menelusuri daftar orang yang dilaporkan hilang di Wonosobo,” tutur Kasatreskrim Polres Blora saat dihubungi wartawan di Semarang, Jumat (10/8/2018).

Heri mengaku pihaknya sudah mengantongi ciri-ciri korban pertama tersangka Kristian Ari Wibowo. Meski demikian, ciri-ciri yang diperoleh aparat kepolisian baru sebatas pengakuan tersangka saat menjalani pemeriksaan.

Heri menyebutkan dalam pemeriksaan itu tersangka juga mengaku menghabisi korban pada 2011 lalu atas motif yang sama, yakni menguasai harta korban. Saat itu pelaku melakukan perbuatan keji demi memiliki harta korban berupa mobil Toyota Rush. Namun, mobil itu saat ini sudah tidak ada di tangan pelaku karena telah ditarik pihak leasing saat berada di Bali.

“Pengakuan tersangka mobil itu masih kredit dan diambil leasing sekitar tujuh tahun lalu saat dirinya berada di Bali. Nah, saat ini kita juga masih minta keterangan dari pihak leasing,” terang Heri