Ini 4 Event Budaya Jateng yang Potensial Masuk Kalender Kemenpar 2019

Festival Payung Indonesia di Solo, salah satu event yang tahun ini masuk dalam kalender Kementerian Pariwisata sebagai 100 Wonderful Events. (dok. Solopos)
12 Agustus 2018 07:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG - Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah (Jateng) menargetkan empat event budaya di wilayahnya masuk dalam agenda Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai 100 Wonderful Event 2019.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Alamsyah, menyebutkan saat ini ada enam event di Jateng yang telah masuk dalam 100 Wonderful Event 2018.

Tokopedia

Keenam event itu, yakni Dieng Culture Festival di Dataran Tinggi Dieng, Festival Ceng Ho di Semarang, Solo Internasional Performing Arts (SIPA) di Solo, Festival Lima Gunung di Kabupaten Magelang, Borobudur Marathon, dan Festival Payung Indonesia yang tahun ini digelar di Solo.

"Harapan kami tahun depan, ada event lagi yang masuk agenda Kemenpar. Ada empat event yang kami rasa berpotensi masuk 100 Wonderful Event tahun depan," ujar Alamsyah saat berbincang dengan Semarangpos.com di kafe My Coffe, Semarang, Selasa (7/8/2018).

Alamsyah menyebutkan keempat event yang berpotensi masuk dalam agenda 100 Wonderful Event 2019 itu, yakni Grebeg Sudiro di Solo, Kirab Kiai Slamet di Solo, Festival Kota Lama di Semarang, dan kirab budaya di Pati.

"Paling tidak di Jateng ini ada 10 event yang bisa masuk 100 Wonderful Event Kemenpar. Sekarang kan baru enam, jadi 2019 kami harap bisa tambah. Kalau bertambah, tentu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat," terang Alamsyah.

Alamsyah optimistis keempat event itu bisa masuk dalam kalender Kemenpar 2019. Hal itu dikarenakan keempat event tersebut memiliki jumlah pengunjung mencapai 50.000 orang yang menjadi syarat untuk masuk dalam 100 Wonderful Events.

"Dari Kemenpar setiap akhir tahun selalu mendata event-event mana yang bisa masuk 100 Wonderful Events. Ada yang tereliminasi, ada juga event baru yang masuk. Kriterianya antara lain jumlah pengunjung yang minimal 50.000 orang, akses, adanya sarana penunjang seperti penginapan, hingga kemampuan panitia," terang Alamsyah.