6 Nelayan Dilaporkan Hilang di Perairan Jepara

Tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian tiga nelayan yang hilang di perairan Pulau Panjang, Jepara, beberapa hari lalu. (Istimewa/Humas Basarnas Jateng)
12 Agustus 2018 11:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Selama sepekan terakhir, enam nelayan dilaporkan hilang di perairan Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Keenam nelayan itu diduga mengalami kecelakaan air hingga raib seperti ditelan bumi.

Kejadian terbaru hilangnya nelayan terjadi, Sabtu (11/8/2018). Informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari Basarnas Jateng, ada tiga nelayan yang dilaporkan hilang saat berlayar di perairan PLTU Tanjung Jati, Kabupaten Jepara.

Tokopedia

Ketiga nelayan yang dilaporkan hilang itu, yakni Edi Kusnanto Bin Nani, 44, Marto Utoyo, 60, dan Karmono, 57. Ketiganya dilaporkan hilang oleh pemilik kapal, Syair, kepada Basarnas Jateng. Ketiganya merupakan warga Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara.

“Dari laporan yang kami terima, ketiga nelayan itu melaut menggunakan perahu bertuliskan Dela Saputri, berwarna hijau sejak Kamis [9/8/2018] sekitar pukul 3 sore. Seharusnya tiga nelayan itu sudah kembali pada Jumat [10/8/2018] pagi. Tapi hingga Sabtu belum juga kembali,” terang Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, Whisnu Yugo Utomo, dalam keterangan resmi.

Sebelum tiga nelayan yang dilaporkan hilang di perairan PLTU Tanjung Jati, Basarnas Jateng juga menerima laporan serupa. Basarnas Jateng mendapat laporan hilangnya tiga nelayan di perairan Pulau Panjang, Jepara, pada Senin (6/8/2018).

Ketiga nelayan itu, yakni Bambang, 40, asal Blebak, Desa Sekuro RT 034/RW 007, Kecamatan Mlonggo, M. Soleh, 39, asal Desa Srobyong RT 002/RW 005, dan Senijan, 39, asal Desa Karang Gondang RT 007/RW 003.

Mereka menghilang juga saat melaut menggunakan kapal bertuliskan Sri Rejeki 01 milik Joko Pramono, 45, warga Desa Srobyong RT 005/RW 002.

Whisnu mengungkapkan ketiga nelayan yang hilang di perairan Pulau Panjang itu berangkat berlayar pada Sabtu (4/8/2018) sekitar pukul 15.30 WIB. Basarnas saat ini terus mencari keberadaan tiga nelayan itu. Namun hingga kini pencarian belum menemukan hasil.

“Jepara memang sedang banyak kecelakaan perairan. Yang tiga nelayan kemarin saja belum ketemu. Ini ada yang dilaporkan hilang lagi. Kami imbau nelayan yang melaut untuk selalu waspada dan berhati-hati,” ujar staf Humas Basarnas Jateng, Zulhawary Agustianto, kepada Semarangpos.com, Sabtu malam.