Beras Sachet di Jateng Mulai Dijual di Pasar Tradisional

Ilustrasi beras. (dok. Solopos)
13 Agustus 2018 16:10 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah (Jateng) mulai mendistribusikan beras sachet secara luas. Beras sachet dengan merek Beras Kita yang dijual Rp2.500 per sachet saat ini tahan dijual di mitra Bulog, seperti Rumah Pangan Kita (RPK), tapi juga dipasarkan di pasar-pasar tradisional.

“Sampai dengan saat ini realisasi penjualan beras renceng mencapai 12.685 sachet,” kata Kepala Perum Bulog Divre Jateng, M. Sugito Tedjo, dalam jumpa pers di Semarang, Senin (13/8/2018).

Sigit menambahkan saat ini Perum Bulog telah memproduksi beras sachet ukuran 200 gram mencapai 23.966 sachet.

Sigit menambahkan pihaknya berharap distribusi beras sachet terjangkau ke seluruh lapisan, bahkan hingga ke warung-warung kecil, layaknya kopi dan mi instan. Keberadaan beras renceng ini diharapkan mampu mencegah mafia beras yang berniat menimbun beras dan membuat harga melambung.

“Beras renceng ini sekaligus mempermudah masyarakat dalam memperoleh beras berkualitas premium dengan ukuran yang praktis dan ekonomis," ungkapnya.

Sementara itu, terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) beras sastra (rastra), Perum Bulog Divre Jateng menyatakan telah mencapai 100%. Sedangkan, stok beras juga masih aman dan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Selain komoditas beras yang ada di dalam gudang Bulog, terdapat juga stok komoditas lain, seperti minyak goreng, tepung terigu, daging, dan telur ayam,” ujar Sugito.

Sedangkan untuk realisasi pengadaan beras, Bulog Jateng menyatakan telah mencapai 197.713 ton atau sekitar 64,95% dari target Januari-Agustus 2019, yakni 304.375 ton. Namun, realisasi pengadaan harian sebesar 1.500 sampai dengan 1.900 ton per hari mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang mencapai 2.000-2.700 ton per hari, yang dipengaruhi harga Gabah Tingkat Petani (GKP) yang mengalami kenaikan.

Perum Bulog kini juga tengah melakukan kegiatan pengadaan gula petani dengan harga Rp9.700 per kg dengan mekanisme pengajuan kuantum dari APTRI DPD Jateng per periode giling. Target pengadaan gula sebesar 38.348 ton sudah terealisasi sebanyak 1.400 ton. Dengan demikian, pasokan gula di pasaran tercukupi dengan harga stabil. 

Tokopedia