Jembatan Timbang Ajibarang Dioperasikan Lagi

Aktivitas di jembatan timbang. (Antara)
14 Agustus 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWOKERTO — Jembatan timbang di Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah sudah dua pekan ini kembali beroperasi. Kementerian Perhubungan membuka kembali jembatan timbang itu karena banyaknya keluhan warga Bumiayu terkait dengan kendaraan dari arah Cilacap, Purbalingga, dan Banyumas, Jateng kelebihan muatan dan ukuran (Odol).

"Jadi, kemarin mereka [warga Bumiayu] mengancam mau menutup jalan. Sudah dua minggu ini jembatan timbang di Ajibarang saya hidupkan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jateng, Senin (13/8/2018).

Ia mengatakan jika sebenarnya jembatan timbang di Ajibarang akan direlokasi karena tempatnya terlalu kecil. Oleh karena belum ada pergerakan lelang untuk relokasi, kata dia, jembatan timbang Ajibarang dihidupkan atau dibuka kembali.

"Tahun ini yang sudah saya hidupkan sampai bulan Agustus sudah ada 11 jembatan timbang di seluruh indonesia. Kemudian bulan Sepetember nanti ada 43 jembatan timbang, kemudian akhir tahun 2018 ada 92 jembatan timbang," katanya.

Lebih lanjut, Budi mengakui jika saat sekarang, pihaknya agak masif dan lebih konsentrasi terhadap permasalahan ODOL meskipun banyak masyarakat yang mempertanyakan kenapa baru sekarang.

Menurut dia, regulasi terkait dengan ODOL sebenarnya sudah lama ada namun pengawasannya selama ini belum efektif. "Makanya sekarang kami lakukan supaya efektif lagi. Saya sudah komunikasi dengan semua asosiasi kemudian dengan Organda, Apindo, bahkan dengan Kadin. Di Jakarta, saya dengan pusat-pusat industri sudah saya lakukan semuanya," katanya.

Ia mengatakan pihaknya saat sekarang sedang menyiapkan prototipe jembatan timbang yang ideal di Balonggandu, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Menurut dia, jembatan timbang seharusnya dilengkapi dengan gudang untuk menampung muatan yang diturunkan karena melebihi kapasitas. Akan tetapi saat sekarang, kata dia, muatan yang diturunkan itu diangkut truk lain yang telah disiapkan.

"Itu yang kelebihan 100 persen karena hasil evaluasi kita, untuk 100 truk yang masuk jembatan timbang itu, yang lebih dari 100% itu ada 2,5%. Jadi dia memang sangat berat sekali, dia tidak mengutamakan keselamatan dan kerusakan tapi lebih utama pada keuntungan dia," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Tokopedia

Sumber : Antara