UMKM Jateng Didorong Manfaatkan Rest Area Trans Jawa

Rambu petunjuk rest area sementara di Km. 299 tol Brebes Timur/Pemalang di Desa Penarukan, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Antara/Oky Lukmansyah)
14 Agustus 2018 22:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Bisnis.com, SEMARANG – Rest area atau tempat istirahat yang terdapat di sepanjang jalur jalan Tol Trans Jawa harus bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan perekonomian, termasuk oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton jalan bebas hambatan yang melintasi Jateng tersebut.

Ajakan pemanfaatan jalan tol Trans Jawa oleh pelaku usaha Jateng itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono. Menurutnya, dengan pelibatan masyarakat, pelaksanaan proyek strategis nasional akan dirasakan langsung oleh warga.

“Percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional harus segera dilaksanakan, termasuk proyek Tol Trans Jawa. Namun, di satu sisi jangan sampai masyarakat hanya jadi penonton atau tidak ikut terlibat memanfaatkan rest area untuk usaha,” ujar Sekda di Kota Semarang, Jateng, Selasa (14/8/2018).

Ditambahkan, pada pembangunan jalur jalan tol Trans Jawa yang membentang di Jateng, mulai dari Brebes perbatasan Jabar hingga Sragen perbatasan Jatim, sedikitnya ada empat kabupaten dan kota yang belum mempunyai rest area, yakni Salatiga, Boyolali, Karanganyar, dan Kota Solo. Padahal, UMKM dan beragam produk unggulan daerah banyak tersebar di sepanjang ruas tol Jateng.

“Beberapa waktu lalu sudah ada pedagang telur asin Brebes yang datang ke saya, ada juga bebek dan batik. Mereka berharap bisa membuka usaha di rest area tol. Selain itu kita punya Kebun Tlogo yang dilalui tol, itu juga bisa dikembangkan,” tuturnya.

Menurut Sekda, percepatan pembangunan proyek strategis nasional itu sangat bagus, tapi jangan tinggalkan rakyat. Artinya pengelola jalan tol jangan terkonsentrasi di rest area karena sudah mendapat pemasukan dari tarif tol, maka harus berbagi dengan masyarakat dalam hal ini para pelaku UMKM.

Sri Puryono mengatakan pihaknya telah memerintahkan kepada instansi-instansi terkait supaya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/ kota yang dilintasi tol untuk mengakomodasi pelaku UMKM agar dapat membuka usaha di rest area. “Salah satu upaya menyelesaikan apa yang sudah disampaikan oleh Presiden RI, bahwa dengan adanya jalan tol jangan sampai ada kesan masyarakat kesulitan punya akses ke jalan tol, termasuk susah untuk membuka usaha di rest area," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis