Peringati HUT Jateng, Gubernur Pastikan Arah Pembangunan

Gubernur Ganjar Pranowo, dan istri, Siti Atiqoh, menghadiri peringatan HUT ke-68 Provinsi Jateng di Simpang Lima, Semarang, Rabu (15/8 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Pemprov Jateng)
15 Agustus 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo telah menentukan arah pembangunan Jateng dalam empat tahun ke depan. Ganjar mengaku dalam periode kedua kepemimpinannya itu, pemerintahannya akan memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM), dengan menggenjot sektor pendidikan.

 “Kalau tahun lalu kan pembangunan infrastruktur, ke depan akan memrioritaskan pembangunan SDM, dan saya serius betul soal SKTM [surat keterangan tidak mampu],” ujar Ganjar Pranowo saat Upacara Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jateng di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jateng, Rabu (15/8/2018).

Ia menegaskan jangan sampai pendidikan hanya diartikan gedung, duit, dan fasilitas, tetapi melupakan karakter. Contohnya masyarakat Australia, lebih bisa menerima anak-anaknya memperoleh nilai mata pelajaran matematika tiga atau tidak mengerti fisika dan kimia daripada tidak mengetahui budaya antre.

“Pagi hari ini, ada mahasiswa, pelajar, dan santri ikut upacara. Mereka akan mendorong dan mengajak semuanya untuk memahami ideologi bangsa dan negara, tidak gampang termakan hoaks, bisa melawan radikalisme, terorisme, ajaran-ajaran sesat. Senantiasa mencintai orang tua, menghormati guru, mencintai bangsa dan negara,” terang gubernur, seperti dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng.

Terkait upaya memajukan pendidikan dan meningkatkan SDM Jateng, maka kapasitas pendidik harus didorong. Kultur pendidikan harus dibangun sehingga generasi bangsa memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Indonesia dan Pancasila.

Pemprov Jateng sangat fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia di Jateng, karena merupakan faktor penentu kemajuan Jateng. Saat ini, Jateng punya tiga SMK boarding gratis untuk siswa miskin berprestasi yang lokasinya di Kabupaten Purbalingga, Pati, dan Kota Semarang.

Selain pembangunan SDM, persoalan kemiskinan akan terus didorong hingga mencapai single digit. Bahkan, penurunan persentase penduduk miskin Jateng merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Jawa.

Dalam sambutannya, gubernur menyebutkan penduduk miskin di Jateng terus mengalami penurunan. Pada Maret 2018, jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 3,9 juta orang (11,32%), berkurang 300.290 orang dibandingkan dengan kondisi September 2017 yang berada pada angka 4,20 juta orang (12,23%). Angka tersebut juga lebih kecil dari 2016, yakni 13,19% dan 2015 sekitar 13,32%.

Berbanding lurus dengan angka kemiskinan, jumlah pengangguran terbuka juga terus menurun. Dari angka 4,99% pada 2015, turun  menjadi 4,63% (2016) dan kembali turun di angka 4,57% (2017). Salah satu hal yang signifikan mengurangi angka pengangguran itu, adalah  semakin tumbuhnya sektor industri di Jateng.

“Zona merah kemiskinan masih jadi PR kita bersama. Oleh karena itulah pembangunan kita arahkan kepada masyarakat miskin dan tidak mampu, khususnya petani, nelayan dan UMKM. Seperti pembangunan RTLH, Kartu Tani, KJS, pemberian akses kredit usaha yang mudah dan berbunga rendah bagi UMKM,” bebernya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya