Kemarau Panjang, Warga di Semarang Sulit Peroleh Air Bersih

Ilustrasi kesulitan air bersih. (Solopos)
16 Agustus 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) turut dirasakan sebagian masyarakat di Kota Semarang. Salah satunya adalah warga Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, yang kesulitan mendapat air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan seperti saat ini.

Dikutip dari laman Internet resmi Pemkot Semarang, Rabu (15/8/2018), ada sekitar 50-60 kepala keluarga di Kelurahan Tandang yang kesulitan mendapat air bersih. Hal itu disampaikan Lurah Tandang, Suwito, saat bertemu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, di Kampung Benteng RT 001/RW 001, Kelurahan Tandang, Selasa (14/8/2018).

Suwito menyebutkan kesulitan air dirasakan warga terutama yang rumahnya belum mendapatkan pelayanan dari PDAM Tirta Moedal.

“Warga sini belum pada mau mendaftar untuk dipasang aliran air dari PDAM. Jadi PDAM belum bisa menjangkau daerah sini. Selama ini warga masih menggunakan sumur,” jelas Suwito.

Hendi, sapaan wali kota Semarang, menyatakan akan berupaya mengatasi permasalahan yang dialami warga Tandang terkait ketersediaan air bersih. Salah satu upaya yang akan dilakukan, yakni dengan membangun sumur artesis atau yang populer dengan nama sumur bor.

“Pembangunan di Kelurahan Tandang terus kita upayakan, jalan yang semula jelek saat ini sudah baik. Tapi meski pun demikian masih ada permasalahan yang belum terselesaikan, yaitu ketersediaan air bersih. Untuk itu saya putuskan untuk melakukan pembangunan sumur artesis di Tandang,” ujar Hendi.

Sumur artesis memiliki kedalaman yang lebih dibanding sumur biasa atau dikenal dengan istilah deep water. Untuk melakukan penggalian sumur artesis dibutuhkan alat pengeboran yang canggih.

 “Diusahakan akhir Agustus ini akan mulai dibangun, akhir September semoga bisa selesai pengerjaan, sehingga di Oktober nanti sudah bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Hendi.

Hendi menyebutkan kasus kelangkaan air bersih saat musim kemarau tak hanya dialami warga Kelurahan Tandang. Oleh karena itu, ia pun berharap ada pihak-pihak yang bisa diajak berpartisipasi menyelesaikan permasalah itu.

“Memang ini dominan urusan pemerintah karena Pemerintah adalah penyelenggara negara, namun apabila ada campur tangan dari seluruh pihak pembangunan Semarang akan berjalan lebih cepat,” terang politikus PDIP itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia