Kekeringan Hampiri Kudus, Krisis Air Bersih Dimulai

Warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengambil air bersih dari bak penampungan yang disediakan BPBD Kudus, Rabu (15/8 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
16 Agustus 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kekeringan membuntuti kemarau panjang yang mendera Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, warga Kecamatan Kaliwungu pun mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus pun sigap memasok satu truk tangki bantuan air bersih setiap harinya.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Bergas Catursasi Penanggungan di Kudus, Rabu (15/8/2018), mengatakan warga yang mulai mengalami kesulitan air bersih adalah warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Hingga kini, lanjut dia, baru masyarakat dari Desa Kedungdowo yang mengajukan bantuan air bersih.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, katanya, BPBD Kudus menyiapkan dua tangki air dengan kapasitas masing-masing 2.000 liter di desa setempat. Setiap hari, kata dia, diberikan bantuan air bersih sebanyak satu truk tangki.

Daerah lainnya, kata dia, hingga kini belum ada yang mengajukan bantuan serupa. Untuk antisipasi daerah rawan kekurangan air bersih, maka BPBD Kudus setiap tahunnya selalu menyediakan anggaran untuk penyediaan air bersih.

Pada tahun 2018 ini, dialokasikan dana senilai Rp50 juta yang bisa digunakan untuk menyediakan air bersih hingga jutaan liter. "Jika anggaran tersebut masih kurang, tentunya bisa mengajukan tambahan anggaran ke Provinsi Jateng," ujarnya.

Masrikan, salah seorang warga Desa Kedungdowo mengakui kesulitan air bersih mulai dirasakan sejak dua pekan terakhir. Karena sumur tetangga masih ada airnya, dirinya terpaksa meminta bantuan tetangga untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

"Jika dibandingkan tahun lalu, tentunya tahun ini lebih parah karena saya harus meminta bantuan air bersih," ujarnya. Sumur miliknya yang memiliki kedalaman 12 meter, kata dia, memang masih ada airnya ketika fajar, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci dan memasak.

Berdasarkan data BPBD Kudus, jumlah daerah rawan kekeringan di Kabupaten Kudus saat ini berkurang dari sebelumnya tercatat 24 desa yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Gebog, Kaliwungu, Jati, Undaan, Dawe, Bae, Jekulo, dan Mejobo, kini berkurang menjadi 20 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Keempat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Kaliwungu, Undaan, Jekulo dan Mejobo. Desa yang masuk kategori rawan kekurangan air bersih, yakni Desa Blimbing Kidul, Setrokalangan, Kedungdowo, Papringan, Banget, dan Sidorekso (Kecamatan Kaliwungu), Desa Kutuk, Glagahwaru, Terangmas, Lambangan (Kecamatan Undaan), serta Desa Sidomulyo, Desa Pladen, Desa Sadang, Bulung Kulon, Bulung Cangkring (Jecamatan Jekulo). Sementara di Kecamatan Mejobo, meliputi Desa Temulus, Hadiwarno, Kesambi, Jojo dan Payaman.

Untuk antisipasi daerah rawan kekurangan air bersih, maka BPBD Kudus setiap tahunnya selalu menyediakan anggaran untuk penyediaan air bersih. BPBD Kudus juga melibatkan perusahaan swasta untuk membantu droping air bersih untuk kawasan tertentu sehingga masyarakat yang membutuhkan suplai air bersih bisa segera tertangani.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara