Astra Motor dan Bank Mandiri Sulap TKI Jadi Pengusaha Bengkel

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (tengah) bersama Chief Executive Astra Motor Sigit Kumala meresmikan program Bapak Asuh Bengkel di Kantor Astra Motor Jateng, Kota Semarang, Kamis (16/8 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
17 Agustus 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Astra Motor, selaku dealer utama sepeda motor Honda, menggandeng Bank Mandiri dalam program Bapak Asuh Bengkel.

Program itu bertujuan memberikan pelatihan pengelolaan bengkel kepada mantan para pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Jawa Tengah (Jateng). Sembilan mantan TKI yang tersebar di Kendal, Banyumas, dan Cilacap mendapat pelatihan untuk dididik menjadi pengusaha bengkel.

Chief Executive Astra Motor, Sigit Kumala, menyebutkan para mantan TKI itu dipilih melalui seleksi yang sangat ketat. Mereka menyisihkan 27 peminat yang juga merupakan pekerja migran di berbagai negara, seperti Malaysia, Hongkong, dan Korea Selatan.

"Mereka dipilih berdasarkan berbagai pertimbangan, seperti ketertarikan bisnis, lokasi tempat usaha, dan permodalan," tutur Sigit saat prosesi kelulusan program Bapak Asuh Bengkel di Kantor Astra Motor Jateng, Semarang, Kamis (16/8/2018).

Sigit menyebutkan kesembilan TKI itu kemudian mendapat pelatihan tentang perbengkelan selama tujuh hari. Setelah pelatihan, mereka kemudian diberi kesempatan menjalani magang atau on job trainning di bengkel jaringan AHASS selama 14 hari.

"Setelah menjalani pelatihan mereka siap membuka bengkel September nanti. Kami dari Astra Motor akan memberikan pengawasan dan setiap tiga bulan," terang Sigit.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi Bank Mandiri, Rico Usthavia Frans, menyebutkan program Bapak Asuh Bengkel ini bukan yang kali pertama digelar Bank Mandiri bagi para pekerja migran. Sebelumnya, Bank Mandiri juga menggelar pelatihan usaha bagi para TKI di luar negeri, melalui Mandiri Sahabatku.

"Kali ini kami menggandeng Astra Motor karena telah berpengalaman, jaringan luas, dan fasilitas yang memadai sehingga bisa dijangkau peserta Mandiri Sahabatku," ujar Rico.

Selain pelatihan, Bank Mandiri juga siap memberi fasilitas permodalan kepada para TKI yang mengikuti program Bapak Asuh Bengkel dengan suku bunga KUR 7% per tahun. Sementara, Astra Motor siap memberikan kemudahan bagi pengusaha bengkel dari kalangan TKI dalam memperoleh peralatan maupun spare part.

Sementara itu Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap program Astra Motor dan Bank Mandiri ini bisa menjadi solusi bagi para TKI yang sudah bosan mengais rezeki di luar negeri. "Semoga dengan upaya ini banyak TKI yang memilih untuk kembali ke daerah asalnya, dibanding bekerja di luar negeri. Sehingga lebih banyak berkumpul dengan keluarga," tutur Ganjar.

Ganjar juga mengucapkan terima kasih pada Astra Motor dan Bank Mandiri atas upaya memberi pelatihan wirausaha kepada para TKI. "Saya minta ke depan enggak hanya sembilan orang yang diberi pelatihan. Semoga ke depan lebih banyak lagi. Dan, satu lagi, saya minta ke Astra tolong mereka diawasi karena usaha bengkel tidak mudah," terang Ganjar. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya