BKSDA Amankan Elang Jawa di Rumah Warga Semarang

Petugas BKSDA Jateng mengamankan elang Jawa di rumah warga di Banyumanik, Semarang, Kamis (16/8 - 2018). (Semarangpos.com/BKSDA Jateng)
17 Agustus 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah (Jateng) mengamankan seekor satwa liar jenis elang Jawa di belakang rumah warga di kawasan Banyumanik, Semarang, Kamis (16/8/2018). Elang Jawa yang diperkirakan berusia sekitar 1 tahun itu ditemukan petugas BKSDA Jateng berdasarkan laporan dari pemilik rumah, Diah.

“Elang Jawa yang diperkirakan berumur kurang lebih satu tahun itu selanjutnya dititipkan di Taman Satwa Sidomuncul, Semarang, untuk diberikan perawatan,” tulis Kepala BKSDA Jateng, Suharman, dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis malam.

 Elang Jawa atau yang memiliki nama lain Nizaetus Barltelsi merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.7 Tahun 1999 dan masuk dalam kategori terancam punah (endangered) menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN). Penyebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo.

Akan tetapi, penyebaran elang Jawa saat ini semakin terbatas di wilayah-wilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dan pegunungan, sebagian besar di separuh selatan Pulau Jawa.

Burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng dan hanya pada wilayah dengan tutupan lahan cukup baik, hingga ketinggian 2.200-3.000 meter di atas permukaan laut (mdl).

Elang Jawa juga dianggap identik dengan lambang Negara Republik Indonesia, yakni Garuda. Sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia.

“Secara fisik, elang Jawa memiliki jambul menonjol sebanyak sebanyak 2-4 helai dengan panjang mencapai 12 cm. Oleh karena itu, elang Jawa juga sering disebut elang kuncung,” imbuh Suharman.

Ukuran tubuh elang Jawa dewasa kebanyakan bisa mencapai 60-70 cm, dengan bulu berwarna cokelat gelap pada punggung dan sayap. Bercoretan cokelat gelap pada dada dan bergaris tebal cokelat gelap di perut. Ekornya cokelat bergaris-garis hitam.

Masa bertelur elang Jawa biasanya terjadi pada bulan Januari-Juni. Elang Jawa biasa bersarang di tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi, dibuat di cabang pohon dan bertelur satu kali yang dierami selama sekitar 47 hari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia