Siswa Mengenal Nusantara Dambakan Kereta Api di Kalimantan

Pelajar peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 asal Kalimantan Barat berbaris memasuki pintu Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jumat (17/8 - 2018). (Antara/Zuhdiar Laeis)
18 Agustus 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pelajar peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) 2018 asal Kalimantan Barat memimpikan terwujudnya transportasi kereta api (KA) yang melayani Pulau Borneo.

Impian itu antara lain disampaikan Erka, 18, siswa SMK Maniamas Ngabang, Landak, Kalbar, saat mengunjungi Stasiun Semarang Tawang sebagai rangkaian kegiatan SMN di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/8/2018). Maklum saja, sejauh ini belum ada jaringan rel kereta api di Kalimantan.

Di Stasiun Tawang, ke-23 pelajar dari Kalbar itu diajak berkeliling untuk mempelajari manajemen perkeretaapian PT KAI. Mereka sekaligus diajak merasakan kemewahan gerbong eksekutif KA Argo Muria.

Kepala Stasiun Tawang Semarang Tonny Junianto memandu langsung rombongan pelajar asal Kalbar itu berkeliling stasiun dan menjelaskan tahap demi tahap proses pemesanan tiket penumpang KA. Meskipun tak menikmati sampai KA melaju, Erka sudah merasa gembira bisa naik dan melihat langsung KA yang tak dijumpainya di tanah kelahirannya karena transportasi KA belum menjangkau Kalimantan.

"Baru kali ini merasakan naik KA. Pengin ada KA di sana [Kalimantan]. Kalau di daerah-daerah lain ada KA, kenapa di Kalimantan enggak?" tanya remaja kelahiran Luti, Sanggau, Kalbar, 1 Mei 2000 itu. Sulung dari tiga bersaudara itu juga mengungkapkan kepuasannya bisa mengetahui cara naik KA, mulai cara pemesanan tiket, melakukan boarding layaknya penumpang pesawat, hingga naik KA.

Senada, Theofila Marlena Fatari, 16, siswa SMA Negeri 2 Putussibau, Kalbar juga mengaku baru kali pertama merasakan langsung naik KA yang belum dapat dijumpainya di Kalimantan. "Belum ada KA di sana, pesawat aja baru ada 2017. Senang sekali bisa merasakan langsung naik KA. Meski cuma sebentar, tak sampai kereta jalan," kata gadis kelahiran Putussibau, 5 Maret 2002 itu.

Sebelum meninggalkan stasiun, para siswa diminta mempraktikkan langsung Salam Greeting sebagai penghormatan kepada penumpang yang dibudayakan PT KAI dengan menyilangkan tangan kanan ke dada, sembari tersenyum ke arah penumpang.

Terpisah, Vice President PT KAI Agus Supriyono mengatakan kunjungan ke Stasiun Tawang Semarang itu untuk mengenalkan kepada siswa mengenai proses bisnis KAI hingga pemesanan tiket. "Mulai pelayanan, pembelian tiket secara online, cetak tiket, boarding, sampai naik KA. Kemudian, pengenalan Salam Greeting sebagai bentuk penghargaan terhadap konsumen," katanya.

Nantinya, kata Agus, para pelajar asal Kalbar itu juga diberikan kesempatan merasakan sensasi naik KA uap dari Ambarawa menuju Bedono saat berkunjung ke Museum Ambarawa, Kabupaten Semarang. Program SMN merupakan kegiatan pertukaran pelajar di Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan difasilitasi seluruh BUMN yang memiliki wilayah kerja di 34 provinsi.

Pada tahun ini, PT KAI ditunjuk sebagai koordinator kegiatan SMN di Jateng bersama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, dan Perum Perhutani.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara