Ini Alasan Pesta Rakyat Jateng Digelar di Pemalang

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama istri, Siti Atikoh Supriyanti, mengendari Vespa menyambut lambaian tangan warga, Sabtu (18/8 - 2018). (Antara/Humas Pemprov Jateng)
18 Agustus 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PEMALANG — Pesta Rakyat sekaligus puncak acara Hari Jadi Ke-68 Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (18/8/2018), dibuka Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di kawasan Pantai Widuri, Kabupaten Pemalang. Bukan tanpa alasan Ganjar memilih Pemalang sebagai lokasi puncak acara HUT Jateng itu.

Saat menyampaikan pidato pembukaan Pesta Rakyat yang akan dilaksanakan hingga Senin (20/8/2018), Gubernur Ganjar mengaku sangat bersyukur dengan penyelenggaraan hari jadi Provinsi Jateng tahun ini. Tterutama, katanya, terkait dengan persiapan yang dilakukan Pemkab Pemalang.

"Semua bisa tumplek blek di pantai ini. Pak Bupati terima kasih karena Pemkab Pemalang sudah mempromosikan kegiatan ini selama sebulan terakhir lewat virtual dan lainnya bahwa di sini ada pesta, pesta rakyat," katanya.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebutkan sambutan berbagai lapisan masyarakat yang luar biasa, baik di sepanjang jalan maupun di lokasi Pesta Rakyat. "Sepanjang jalan saya naik Vespa sama ibu, dikiranya pacaran, jadi teringat jaman SMA dulu," ujarnya.

Ganjar mengaku memang sengaja memberi perhatian lebih kepada Kabupaten Pemalang karena perkembangan teknologi, wisata, dan budayanya sangat luar biasa. "Pemalang mendapat perhatian secara serius karena berhasil mengembangkan inovasi pelayanan publik, yakni teknologi informasi di tingkat desa, bahkan menang di tingkat internasional di Swiss," katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono menambahkan seusai pembukaan, Pesta Rakyat akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan, mulai dari Festival Dolanan Anak di Lapangan Widuri yang melibatkan masyarakat bermain egrang, gasingan, gobak sodor, dan dakonan. Permainan tradisional itu ditengarai sudah jarang dimainkan anak-anak di era digital ini.

"Selain mengingatkan kembali kepada nostalgia masa lalu para orang tua, permainan itu juga mengandung banyak makna. Pertama, mendekatkan orang tua pada anak dan sebaliknya, kemudian mengajarkan bahwa kerja tidak bisa individual melainkan ada kerja sama. Makna lainnya, mendekatkan birokrat dengan masyarakat," ujarnya.

Pada hari yang sama juga ada aneka pertunjukan musik dengan band lokal, ada pula acara sportainment melalui Festival Olahraga Rekreasi Daerah di Lapangan Widuri, Lomba Basket 3 on 3 di SMAN 1 Pemalang, Gowes Pemalang dari Stadion Mochtar dengan jarak 14 km, serta Pemalang Night Run dengan start mulai dari Pantai Widuri.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara