Begini Cara Pemprov Undang Investor ke Jateng...

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjelaskan cenderamata wayang kepada Wali Kota Brisbane Graham Quirk di Kantor Gubernur Jateng, Senin (23/7 - 2018). (Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
20 Agustus 2018 08:50 WIB Alif Nazzala Rifki Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gencar melakukan perbaikan infrastruktur dan memberikan kemudahan perizinan demi menarik lebih banyak investor masuk ke provinsi ini. Jateng diyakini merupakan daerah yang mempunyai potensi besar untuk dibangunnya industri baru.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan kemudahan perizinan menjadi perhatian khusus Pemprov Jateng, tahun 2018 ini. Sebab, menurut dia, dengan kemudahan perizinan akan menarik banyak investor untuk masuk dan mengembangkan usaha di Jateng.

"Kami dari Pemprov secara serius membenahi perizinan investasi agar memudahkan pengusaha. Alhamdulilah kemarin Jateng juga berhasil menjadi juara 1 untuk kemudahan perizinan usaha," kata Ganjar, Minggu (19/8/2018).

Ganjar menuturkan, DPMPTSP menjadi bagian penting yang memang diperhatikan selama ia memimpin karena banyaknya komplain dari pengusaha. Salah satu terobosan yang dilakukan DPTMPTSP, yakni dengan membuat Sistem Aplikasi Perizinan Jawa Tengah (SIAP Jateng) yang diluncurkan akhir 2017.

Itu, menurut Ganjar sebagai komitmen pelayanan mudah, murah, dan cepat. Hal yang masih menjadi harapannya yaitu memperbaiki sistem informasi tentang investasi di Jawa Tengah. Selain itu juga kerjasama yang baik dengan kabupaten/ kota. 

"Saya berharap di sistem informasi ini akan memudahkan calon investor, jadi kayak peta untuk mengetahui kondisi investasi di Jateng. Sehingga kalau mau investasi tinggal apply lewat aplikasi dan saat calon investor datang itu sudah ada gambaran tempat di mana dan mau investasi apa,” jelasnya. 

Untuk lebih meningkatkan kinerja dari PTSP dirinya menginginkan PTSP provinsi hingga kabupaten/kota bisa membuat SOP yang akan digunakan sebagai standar regulasi pelayanan. Namun demikian, ia menegaskan Jateng ramah investasi dengan tetap memperhatikan lingkungan, tata ruang serta kondisi sosial daerah sekitar.

Sebelumnya, Ketua DPP Apindo Jateng Frans Kongi mengatakan arus investasi sudah cukup terlihat sejak awal tahun. Ketahanan industri di Jateng pun dinilai sudah cukup baik. "Meskipun ada gangguan dari nilai tukar dan defisit neraca perdagangan, saya kira fundamental ekonomi kita baik dan inflasi pun tidak terlalu tinggi. Masih banyak kesempatan berinvestasi di Jateng," ujarnya, 

Menurutnya, investasi bisa benar-benar terganggu apabila terjadi kekacauan seperti demonstrasi besar-besaran. Namun, dia menilai kecil kemungkinan hal tersebut akan terjadi. "Situasi politik pasti berpengaruh. Tapi, kita kita banyak pengalaman dan saya kira masyarakat dan aparat juga sudah paham pentingnya bersama-sama menjaga iklim investasi," katanya.

Dia juga menilai peran pemerintah pusat untuk menarik investasi masuk sudah cukup baik.  Frans mengungkapkan beberapa permintaan pengusaha sudah dikabulkan oleh pemerintah, salah satunya insentif untuk industri padat karya. Faktor masih yang cukup mengganjal di kalangan pengusaha adalah bunga bank. Menurutnya, apabila bunga bank bisa diturunkan maka investasi akan makin lancar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara