Semarang Jajaki Kerja Sama Wisata Religi dengan Malaysia

Masjid berbentuk kapal milik Yayasan Safinatun Najah dikunjungi wisatawan di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (31/3 - 2018). (Antara/Aji Styawan)
20 Agustus 2018 20:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semarang menjajaki kerja sama dengan Malaysia untuk mengembangkan potensi wisata religi dengan memanfaatkan jejak peradaban penyebaran agama Islam di Pulau Jawa yang dimiliki wilayah Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, setelah sebelumnya menjajaki kerja sama dengan Tiongkok untuk mengembangkan wisata Sam Poo Kong, kini dirinya kembali menjajaki kerja sama dengan Malaysia untuk mengembangkan wisata sejarah wali songo di Kota Semarang.

Hendi—sapaan akrab Hendrar Prohadi—pun menyambut baik datangnya perhatian dari negara tetatangga Indonesia tersebut. Di sisi lain, dirinya yakin bila pertemuan tersebut juga dapat menjadi perekat hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

"Yang pasti saya menyambut baik perhatian yang diberikan oleh sedulur-sedulur dari negara tetangga pada hari ini, harapannya ada sebuah sejarah yang dirajut bersama dengan adanya penjajakan kerja sama ini. Harapannya ada sebuah sejarah yang bisa kita rajut bersama untuk semakin mempererat hubungan antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Kota Semarang," ujarnya Senin (20/8/2018). 

Referensi sejarah memang banyak menuliskan Kesultanan Kelantan di Malaysia memiliki benang merah dengan wali songo sebagai penyebar agama Islam di tanah Jawa. Syekh Jumadil Kubro disebutkan merantau ke Kelantan pada tahun 1349 M dan menikahi putri keluarga Diraja Imperium Chermin (Kelantan Purba).

Dasar sejarah itulah yang kemudian coba dirajut kembali oleh Hendi untuk semakin mengembangkan wisata reiligi di Kota Semarang. Menurutnya, bila wisata religi menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan kepada wisatawan untuk berkunjung di Kota Semarang.

Bagaimana tidak? Di kota lumpia tersebut berdiri dengan serasi rumah-rumah ibadah dari enam agama di Indonesia yang masing-masingnya memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri untuk dikunjungi. Sebut saja Masjid Taqwa Sekayu yang dibanguna pada tahun 1413 dan merupakan Masjid tertua kedua di Indonesia. Selanjutnya ada gereja Kristen tertua di Indonesia, yaitu Gereja Blenduk yang dibangun pada tahun 1753. Bukan hanya itu, ada pula Gereja Gedangan, Pura Agung Giri Natha, Vihara Buddhagaya Watugong, Klenteng Sam Poo Kong, dan rumah-rumah ibadah lainnya di Kota Semarang juga selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Wisata religi di Kota Semarang bukan hanya terkait dengan rumah-rumah ibadah bersejarah. Ibu Kota Jawa Tengah tersebut juga menyimpan sejarah religi pada sejumlah lokasi petilasan serta makam-makam tokoh agama yang terdapat di Kota Semarang.

Hendi lalu mencontohkan petilasan Sunan Kalijaga di Goa Kreo Semarang, Makam Ki Ageng Pandanaran, Makam Al-Habib Hasan Bin Thoha Bin Yahya, Makam Kyai Sholeh Darat, hingga Makam Syekh Jumadil Kubro yang banyak disebut sebagai bapak dari wali songo.

Sementara itu, Perwakilan  pengelola yayasan, Mohamad Sahrulnizam M.R. mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Kota Semarang didorong oleh rasa persaudaraan sebagai keluarga besar untuk dapat saling mendukung dalam berbagai hal. "Kita berpegang pada Hadist Nabi, Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia yang memberikan manfaat bagi orang lain. Dan hari ini kita daripada keturunan yang sama, kita punya wawasan, visi, dan misi yang sama", jelasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis