SMP Kanisius Kudus Didorong Kembangkan Pendidikan Antikorupsi

Legenda bulu tangkis Indonesia asal Kudus Hariyanto Arbi diajak berfoto bersama seusai mengikuti fun run dalam rangka peresmian gedung baru dan HUT ke-100 Kanisius, Minggu (19/8 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
21 Agustus 2018 02:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus mendorong SMP Kanisius (SMPK) Kudus untuk terus mengembangkan program pendidikan karakter antikorupsi yang diterapkan sejak lama. Dorongan itu disampaikan Pelaksana Tugas Bupati Kudus Sam`ani Intakoris di sela-sela fun run dalam rangka peresmian gedung baru dan HUT ke-100 Kanisius, Minggu (19/8/2018).

"Adanya pendidikan antikorupsi yang dipraktikkan dalam keseharian tentunya akan menjadi pembiasaan, yang pada akhirnya menuju pembudayaan sikap dan perilaku antikorupsi," tutur Sam`ani Intakoris.

Kegiatan fun run tersebut dihadiri Direktur Produksi PT Djarum Kudus Thomas Budi Santoso, motivator andal Andri Wongso, Program Director Bhakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, aktivis antikorupsi yang juga pernah menjadi kepala SMP Kanisius M. Basuki Sugita dan Anastasia, tokoh sepak bola dan sekaligus pengusaha kuliner asal Kudus Jalal Jalil, hingga legenda bulu tangkis Indonesia asal Kudus Hariyanto Arbi. Hadir pula siswa, orang tua siswa, hingga alumni SMP dan SMA Kanisius Kudus.

Kehadiran pebulu tangkis peraih medali emas Asian Games 1994, Hariyanto Arbi juga menarik perhatian para peserta khususnya kalangan perempuan dan anak-anak. Mereka memanfaatkan momentum itu untuk berswafoto dengan Hariyanto Arbi yang baru saja didaulat pemerintah menjadi pembawa obor Asian Games 2018.

Hariyanto Arbi yang tergabung dalam tim torch relay membawa obor Asian Games tersebut untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan di Jakarta, Jumat (17/8/2018). "Bangga sekali bisa ikut berlari bersama keluarga besar Kanisius ini. Saya seperti bernostalgia masa-masa puluhan tahun lalu. Saya juga bisa berkumpul, berbincang dan mengenang masa lalu dengan sahabat, guru maupun para alumni," ujar Hariyanto Arbi yang pernah menuntut ilmu di bangku SMPK.

Ia juga mengaku bangga dengan perkembangan SMPK. Apalagi, lanjut dia, saat ini SMPK ini menegaskan komitmen ikut gerbong dalam upaya pemberantasan korupsi. Tentu saja, kata dia, caranya tidak jauh dengan dunia pendidikan, yakni melalui slogan sekolah jujur, cerdas dan antikorupsi.

Slogan tersebut, lanjut dia, saat ini juga diwujudkan dalam aktivitas belajar mengajar di sekolah. Hingga akhirnya, SMP dan SMA Kanisius tersebut termasuk salah satu sekolah yang mengajarkan prinsip dan perilaku antikorupsi kepada anak didiknya.

Atas upaya pencegahan korupsi sejak dini tersebut bahkan SMPK didaulat menjadi mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Hal itu, tentunya menjadi salah satu kontribusi besar yayasan Kanisius untuk Indonesia. Makanya saya bangga sekali bisa menjadi bagian dari sekolah ini," ujar Hariyanto Arbi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tokopedia

Sumber : Antara